
Photo
JawaPos.com - Indonesia Anti-Phising Data Exchange (IDADX) yang dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) kembali melaporkan data mengenai phising dan laporan phising per kuartal I (Q1) 2022. Melalui laporan terbarunya, setiap tahun dilaporkan terjadi ribuan serangan phising oleh penjahat siber dan mayoritas menarget lembaga keuangan.
Yudho Giri Sucahyo, Ketua Pandi mengatakan, pihaknya mengumpulkan data phising dari beberapa sumber data seperti keanggotaan IDADX, laporan masyarakat, dan Netcraft. "Selain itu, kami juga mengumpulkan data dari Anti-Phishing Working Group (APWG), yang mana IDADX sudah menjadi anggota sejak tahun lalu," ujar Yudho melalui jumpa pers daring pada Jumat (25/6).
IDADX mencatat per 21 Maret 2022 terdapat 32.296 laporan phising domain .id (dot id) dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang dikumpulkan pada dashboard IDADX. Dan, seperti sudah disinggung di atas, yang paling jadi incaran para penjahat siber atas aksi phising ini adalah lembaga keuangan.
Muhammad Fauzi, Deputi Bidang Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik Pandi dalam kesempatan yang sama menambahkan, terkait kegiatan IDADX ini, Pandi juga ingin menegaskan komitmennya untuk memberikan laporan rutin kepada publik pada tiap kuartal (tiga bulanan), sehingga masyarakat dapat memantau dan mengetahui bagaimana perkembangan phishing dan dampaknya bagi masyarakat.
"Pada Q1 tahun ini kami mencatat terdapat 3.180 laporan phishing, yang mana sektor bisnis yang paling banyak menjadi sasaran adalah lembaga layanan keuangan. Dengan adanya Indonesia Anti-Phishing Data Exchange ini, kami berharap nama domain .id semakin dapat dipercaya oleh masyarakat," jelasnya.
Pada kuartal satu ini, Januari menjadi bulan dengan kasus serangan phising tertinggi, mencatat 1.267 kasus. Pada bulan berikutnya terjadi penurunan kasus menjadi hanya 1.059 kasus. Lalu pada Maret catatan IDADX menunjukkan telah terjadi 1.037 kasus serangan phishing.
Dari laporan tersebut tampak lembaga keuangan menjadi sasaran utama serangan dengan mencatat 50 persen dari total kasus yang terjadi, disusul dengan E-Commerce atau retail (27 persen), aset kripto (11 persen), media sosial (5 persen), Internet Service Provider (5 persen), dan gaming (2 persen).
Dengan maraknya phising, masyarakat diharapkan lebih aware dengan kejahatan siber terutama phishing yang saat ini kian meningkat di tengah tumbuhnya digitalisasi. Terakhir, sebagai informasi, phishing merupakan tindakan yang dilakukan untuk memperoleh informasi pribadi korban dengan menyamar sebagai pihak tertentu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
