Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Desember 2023 | 14.55 WIB

Penerapan Kecerdasan Buatan Ditakutkan Bakal Berdampak pada Gaji Semakin Rendah dan Sulit Naik

Ilustrasi: AI dengan segudang janji manfaatnya membawa ketakutan tersendiri atas risikonya. - Image

Ilustrasi: AI dengan segudang janji manfaatnya membawa ketakutan tersendiri atas risikonya.

JawaPos.com – Penerapan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak akan menyebabkan pengangguran manusia. Namun, ancaman yang lebih nyata adalah kemungkinan gaji yang semakin rendah dan sulit naik.

Sejumlah besar perusahaan teknologi berinvestasi secara besar-besaran dalam pengembangan AI, dan para ekonom berupaya memprediksi dampaknya terhadap pasar kerja.

Sejak munculnya teknologi AI yang populer, seperti ChatGPT pada tahun 2022, banyak kekhawatiran muncul bahwa AI akan memengaruhi masa depan pekerjaan manusia.

Ketakutan tersebut mencakup kekhawatiran akan hilangnya pekerjaan yang digantikan oleh AI, serta adanya pekerjaan baru yang menuntut manusia untuk beradaptasi dengan cepat.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (1/12), riset dari Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan bahwa banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam menemukan karyawan yang memiliki kualifikasi yang diperlukan.

Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan pemberi kerja dengan keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja.

Data yang diambil dari kondisi bursa kerja di 16 negara Eropa menunjukkan bahwa banyak pemberi kerja lebih mengutamakan keterampilan dalam pemanfaatan AI dalam proses rekrutmen.

Buletin penelitian yang diterbitkan oleh ECB menyatakan bahwa pekerjaan dengan tingkat keterampilan rendah hingga menengah cenderung tidak memerlukan penguasaan AI.

Namun, pekerjaan dengan tingkat keterampilan tinggi seringkali menetapkan persyaratan terkait kemampuan dalam mengoperasikan AI.

Meski hipotesis mengenai kemungkinan penurunan gaji manusia akibat penggunaan AI belum dapat dipastikan sepenuhnya, laporan tersebut menyatakan bahwa dampak teknologi AI cenderung terlihat terutama dalam hal pasar kerja dan besaran gaji.

Namun demikian, laporan juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI masih terus berlangsung dan dampaknya belum dapat dipastikan secara pasti.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore