Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 11.45 WIB

Alasan Kemampuan Digital Perlu Ditingkatkan, Salah Satunya Perkembangan Penggunaan Artificial Intelligence

Ilustrasi pemanfaatan teknologi digital dalam sebuah proses sistem kerja. - Image

Ilustrasi pemanfaatan teknologi digital dalam sebuah proses sistem kerja.

JawaPos.com - Merambahnya penggunaan teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke semua sektor mengharuskan para profesional untuk memperbarui keterampilan mereka. Baik hard skill dan soft skill, perlu di scale up atau ditingkatkan, tujuannya, agar mereka bisa terus mengembangkan dan mengejar kesuksesan karir.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan bahwa tahun depan, terdapat 50 juta orang yang memiliki literasi digital. Literasi mencakup bukan saja kemampuan digital, namun juga pengetahuan atas etika, budaya, dan keamanan digital.

Arvy Egadipoera, Chief Customer Officer Mekari, perusahaan software-as-a-service ( SaaS) yang menyediakan solusi dan pelatihan digital mengatakan bahwa masuknya teknologi mutakhir ke semua sektor akan mempengaruhi pekerjaan di setiap lini. Sebab itu, para profesional harus mengembangkan kompetensi digital serta soft skills yang diperlukan untuk beradaptasi di dunia kerja yang semakin berorientasi teknologi.

“Para profesional yang berhasil mengembangkan kompetensi digital dan kemampuan lainnya yang membantu mereka beradaptasi ke teknologi akan membuka berbagai peluang untuk menumbuhkan karir mereka. Sebab itu, para profesional harus melihat perkembangan teknologi dengan pikiran terbuka agar mereka terdorong untuk mengeksplorasi dan mempelajari pengetahuan baru,” katanya di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa setidaknya ada lima kompetensi digital dan soft skills yang perlu diasah para profesional yang berambisi untuk mengembangkan karir di 2024. Pertama terkait dengan Natural Language Processing (NLP) atau juga dikenal sebagai Pemrosesan Bahasa Alami.

NLP adalah kemampuan komputer untuk mengolah kata lisan dan tulis layaknya manusia. NLP banyak digunakan di software AI karena dapat membantu para profesional melakukan berbagai pekerjaan, seperti menyiapkan laporan penjualan dan melayani pelanggan lewat chat. Karena itu, pemahaman umum akan cara kerja NLP akan membantu para profesional untuk mengoperasikan software AI untuk memperlancar pekerjaan sehari-hari, khususnya yang menyangkut meramu teks.

Kedua skill terkait Data Analytics atau analisa data. Penggunaan teknologi oleh bisnis dan konsumen menghasilkan jutaan data yang memuat informasi bermakna. Profesional yang mempunyai kepandaian untuk menganalisis data akan meningkatkan value mereka karena merekalah yang bisa mengekstrak pengetahuan pasar yang diperlukan untuk decision-making.

Selanjutnya, dari sisi soft skill, penting juga untuk selalu berpikir fleksibel dalam mengerjakan sesuatu. Teknologi membuat dunia berjalan dengan kecepatan tinggi. Sebab itu, para profesional pun harus turut agile, atau lincah, sigap, dan fleksibel, dalam merespon terhadap perubahan.

Pemikiran agile bersandar pada kapasitas para profesional untuk mengedepankan kolaborasi, komunikasi, dan adaptabilitas saat merespon ke perubahan, dan bukan kekakuan terhadap aturan. Ini penting untuk dipelajari.

Setali tiga uang, para profesional yang duduk di posisi kepemimpinan harus menerapkan gaya kepemimpinan adaptif yang mengedepankan kemampuan mengantisipasi kebutuhan dan tren masa depan, berkomunikasi baik dengan tim untuk menggalang dukungan, beradaptasi sesuai umpan balik, dan mengutamakan akuntabilitas agar bisa menjadi pemimpin efektif di era digital.

Seperti yang dikatakan, dunia serba teknologi tidak saja menuntut literasi digital, namun juga sikap yang mendukung adopsi teknologi. Di masa di mana banyak komunikasi dilakukan secara online, kemampuan para profesional untuk berempati, mengatasi konflik secara sehat, dan meyakinkan orang untuk berkolaborasi akan memungkinkan mereka untuk membina hubungan positif dengan kolega dan jejaring walau tanpa bertatap muka langsung.

“Para profesional diuntungkan oleh hadirnya berbagai platform yang menghadirkan kursus online untuk mengasah kapabilitas mereka. Sebaiknya, para profesional memilih platform yang menyediakan sertifikat karena sertifikat tersebut dapat disematkan di CV dan menjadi nilai plus,” tandas Arvy.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore