JawaPos.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan semua desa dapat terhubung dengan konektivitas digital pada 2025 mendatang, Direktur Utama Bakti Kementerian Kominfo Fadhilah Mathar menyatakan, target itu khusus untuk desa-desa yang sebelumnya tidak memiliki akses telekomunikasi dan layanan internet.
"Kami harapkan sampai tahun 2025, seluruh desa berpemukiman di Indonesia itu sudah tercover teknologi seluler atau tersedia jaringan internet, bagaimana membawa negara ini menjadi lebih baik menuju Indonesia emas dengan pendekatan digitalisasi," jelasnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (26/10).
Dirinya melanjutkan, Bakti Kominfo menyediakan akses Internet hingga pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G agar misi pemerataan konektivitas digital yang menjadi salah satu proyek prioritas nasional bisa dicapai. Menurutnya, hasil evaluasi bersama Satuan Tugas Bakti Kominfo merumuskan ulang penyesuaian pembangunan BTS dari 7.904 menjadi 5.618 titik.
"Selain agar persoalan hukum semuanya clear dulu, berkurangnya titik pembangunan karena masuknya pihak swasta di beberapa wilayah 3T sesuai hasil survei Kementerian Kominfo," ungkapnya.
Fadhilah menyatakan, salah satu prinsip pembangunan infrastruktur digital oleh Bakti Kominfo adalah fokus pada wilayah 3T atau daerah Universal Service Obligation (USO). "Yang dibangun oleh BAKTI adalah ketika swasta ada di sana, kami tidak masuk. Seiring waktu berjalan, beberapa daerah ternyata bisa bertumbuh secara mandiri tanpa perlu ada intervensi dari pemerintah," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Infrastruktur Bakti Kominfo Danny Januar Ismawan menyatakan berdasarkan perencanaan awal jumlah desa yang belum terlayani layanan 4G sebanyak 12.548.
"Jumlah terbagi menjadi dua. Penugasannya, 9.113 dibagun pemerintah melalui Bakti Kominfo di wilayah 3T, kemudian di wilayah non-3T ada 3.435 dilaksanakan oleh operator seluler melalui penugasan dari Kementerian Kominfo," kata Danny.
Menurut Danny, dari 9.113 titik, data final yang menjadi target pembangunan sebanyak 7.904 lokasi. Jumlah tersebut dalam perjalanannya, yang dikontrak oleh Bakti pada 2021 total ada 5.618 titik.
"Saat ini 4.343 sudah on-air, artinya perangkat elektroniknya sudah terinstal, tower-nya sudah berdiri, dan sudah melayani masyarakat," tutur Danny.
Selain itu, ada juga tambahan 630 site yang siap dinyalakan, sehingga sudah ada potensi lebih dari 4.900 BTS yang bakal dimanfaatkan secara penuh, apabila proses hukum diselesaikan.
Sisanya saat ini ada total lebih dari 600 lokasi yang menurut kami perlu treatment khusus, yang sebagian besar ada di Indonesia timur, Papua, yang sebagian besar berada di wilayah yang bermasalah dari aspek keamanan. Oleh karena itu, Danny menegaskan ke depan akan menyelesaikan dengan penanganan yang lebih khusus dengan melibatkan dari TNI dan Polri.