
Ilustrasi: Tren AI memunculkan masalah baru yakni bahaya deepfake.
JawaPos.com - Tahun 2024 yang tinggal hitungan bulan lagi, Indonesia akan kembali melaksanakan pemilihan umum atau Pemilu yang menjadi ajang pesta demokrasi bagi masyarakat. Jelang momen tersebut, banyak spanduk, baliho dan alat peraga kampanye juga mulai bertebaran.
Sayangnya, di tengah kampanye dan aktivitas yang menyertai penerapan demokrasi ini, terdapat kekhawatiran masyarakat Indonesia yang semakin besar terhadap konten palsu yang dibuat melalui teknologi deepfake. Ada kekhawatiran bahwa deepfake, teknik manipulasi konten video dan suara yang mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), akan digunakan untuk mempengaruhi situasi dan opini publik menjelang pemilu 2024.
Sebagai informasi, deepfake mengacu pada teknologi yang membuat salinan gambar, video, dan suara yang meyakinkan melalui pemanfaatan AI. Ini adalah metode lanjutan yang menggunakan algoritme pembelajaran mesin berlapis untuk secara progresif mengekstraksi fitur tingkat tinggi dari masukan mentah.
Ia mampu belajar dari data tidak terstruktur seperti wajah manusia. Di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lainnya, praktik kecurangan pemilu menggunakan teknologi deepfake juga mulai banyak ditemui untuk saling menjatuhkan lawan politik.
Penelitian Kaspersky juga mengungkapkan bahwa terdapat permintaan yang signifikan terhadap deepfake. Dalam beberapa kasus, terdapat kemungkinan permintaan deepfake dari individu terhadap target tertentu seperti selebriti atau tokoh politik.
Harga per menit video deepfake dapat berkisar dari ratusan ribu sampai ratusan juta. Penelitian analisis web gelap ini dibantu oleh layanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence, yang melakukan analisis otomatis dan manual terhadap web permukaan (surface web), web dalam (deep web), dan web gelap (dark web), ditambah pengetahuan dan wawasan para ahli kami terkait teknik dan motif para penjahat siber.
“Ancaman digital berupa SMS, email phishing, video palsu, dan situs berbahaya harus diantisipasi pada musim pemilu di Indonesia tahun depan. Penting juga bagi masyarakat di sini untuk waspada terhadap konten berbahaya yang mungkin mereka temui secara online selama periode ini,” komentar Genie Sugene Gan, Head of Government Affairs and Public Policy for Asia-Pacific, Japan, Middle East, Turkey and Africa Regions di Kaspersky.
Saat ini memang banyak penjahat siber menggunakan teknologi terkini untuk melakukan penipuan finansial, manipulasi politik, balas dendam, disinformasi, hingga pelecehan. Teknologi deepfake sendiri tidak berbahaya, namun di tangan penipu, teknologi ini bisa menjadi alat kejahatan.
"Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap teknologi deepfake serta kemungkinan eksploitasinya,” lanjut Gan.
Untuk menghindari deepfake menyerang dan dicerna mentah-mentah oleh masyarakat, Kaspersky berbagi tips untuk menghindari bahaya deepfake ini. Pertama, penting untuk mengedukasi diri Anda sendiri dan orang lain tentang cara mengenali deepfake.
Kemudian, gunakan sumber berita yang berkualitas baik. Buta informasi tetap menjadi faktor penting yang mendorong penyebaran deepfake. Miliki protokol dasar yang baik - "percaya tetapi verifikasi (trust but verify)".
Sikap skeptis terhadap pesan suara dan video tidak menjamin kita terlepas dari jeratan penipuan, namun dapat membantu Anda menghindarinya. Jika deepfake mulai digunakan oleh peretas dalam upaya mereka membobol jaringan pribadi dan organisasi, praktik dasar keamanan siber terbaik akan memainkan peran penting dalam meminimalkan risiko.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
