Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Oktober 2023 | 18.39 WIB

Kebutuhan Tinggi, Indonesia Masih Kekurangan Talenta Bidang Data Center

Ilustrasi: Talenta di bidang data center, kebutuhan mendesak bagi perkembangan era digital yang massif. - Image

Ilustrasi: Talenta di bidang data center, kebutuhan mendesak bagi perkembangan era digital yang massif.

JawaPos.com - Dunia yang semakin terhubung berkat digitalisasi menempatkan data center pada peran pentingnya untuk menampung dan mengelola sejumlah besar informasi yang dihasilkan oleh individu, bisnis, dan pemerintah. Data center atau pusat data ini menjadi tulang punggung teknologi modern, mendukung terlaksananya edge computing hingga artificial intelligence.

Saat ini, kebutuhan talenta di bidang Teknologi Informasi Komputer/TIK nasional diperkirakan mencapai sekitar sembilan juta orang dalam waktu 15 tahun sejak 2020 hingga 2035 atau sekitar 600 ribu talenta per tahun. Jika industri data center membutuhkan satu persen saja per bulan, berarti dibutuhkan 500 talenta yang bersertifikasi.

Yana Haikal, Data Center Business Vice President, Schneider Electric Indonesia menjelaskan, dukungan pemerintah, dan kemudahan akses infrastruktur telekomunikasi, termasuk meningkatnya kebutuhan untuk smart industry dan smart building dengan kendali jarak jauh berbasis internet juga semakin menuntut tingginya demand atau permintaan terkait data center di Indonesia.

"Volume diharapkan tumbuh dari USD 2,06 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 3,98 miliar pada tahun 2028, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 14,09 persen selama periode perkiraan 2023-2028," jelas Yana melalui keterangannya.

Selain itu, berdasarkan laporan dari Uptime Institute mengindikasikan bahwa pada tahun 2025, setidaknya dibutuhkan 2,3 juta staf untuk menjalankan dan mengelola data center secara global, dengan permintaan yang sebagian besar berasal dari perusahaan raksasa internet dan penyedia layanan colocation di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.

Di Indonesia, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), pekerja lepas telah mencapai 46,47 juta orang atau sekitar 32 persen fari total angkatan kerja yang mencapai 146,62 juta jiwa pada Februari 2023.

Sementara itu menurut Google, khusus untuk ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar USD 146 miliar pada tahun 2025 yang juga membuka peluang baru untuk gig economy.

Perusahaan data center memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kumpulan pekerja lepas yang terus bertambah untuk mengakses berbagai talenta profesional yang mudah beradaptasi dan dengan cepat menjalankan proyek tanpa perlu prosedur perekrutan yang memakan waktu.

Di Indonesia sendiri, Nusantara Data Center Academy adalah salah satu lembaga yang menawarkan program pendidikan khusus data center yang terbagi menjadi dua lajur utama.

Lajur pertama adalah penciptaan tenaga kerja baru yang dihasilkan dari sekolah dan politeknik berbasis vokasi; sedangkan lajur kedua adalah up-skilling dan re-skilling pekerja di ekosistem data center nasional, berbasis sertifikasi profesi yang diakui secara global.

Terakhir, untuk mendukung ketersediaan talenta data center generasi berikutnya, para pemimpin dapat berperan dalam menginspirasi generasi muda untuk mempertimbangkan karier di bidang teknologi. Hal ini dapat dicapai melalui program magang yang berhubungan dengan bidang Teknologi Informasi/TI.

"Kekurangan talenta data center merupakan masalah yang serius, namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Dengan mengambil langkah-langkah untuk menciptakan talenta yang lebih beragam dan inklusif, industri ini akan tumbuh subur, berkembang, dan memenuhi potensi digitalisasi," pungkas Yana.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore