Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2015 | 21.37 WIB

Tampilan Website Pemkot Surabaya Muat Foto Pria-Wanita Seksi

Tampilan Website Pemkot Surabaya Muat Foto Pria-Wanita Seksi - Image

Tampilan Website Pemkot Surabaya Muat Foto Pria-Wanita Seksi

JawaPos.com SURABAYA - Website resmi Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur rupanya tidak lepas dari ulah iseng tangan-tangan jahil.



Sedikitnya, sudah tiga kali dinas komunikasi dan informatika mengetahui laman tersebut ditempeli gambar-gambar yang tidak pantas.



Oknum pembuatnya memotret halaman di komputernya, lalu hasil gambarnya di-broadcast melalui media sosial kepada publik.



Kepala Dinkominfo Surabaya Antiek Sugiharti menyatakan, perbuatan itu bukan termasuk pembajakan. Sebab, oknum tersebut hanya mengutak-atik dari komputernya sendiri. Pelaku tidak sampai mencuri atau merusak sistem website pemkot.



''Cuma diubah tampilannya, di-capture, lalu disebarluaskan,'' ujarnya, Rabu (16/9).



Salah satu contohnya didapatinya kemarin. Halaman muka situs www.surabaya.go.id ditempeli gambar tidak pantas antara seorang perempuan dan laki-laki. Di bagian alamat website, tertulis www.surabaya.go.id/video/166-kios-pelayanan-publik. Namun, setelah dibuka, rupanya alamat itu tidak tersedia.



Menurut dia, jaringan internet pemkot sudah dilengkapi sistem pengamanan khusus sehingga tidak bisa mengakses situs porno dan media sosial. Selain itu, mereka memiliki server pengaman khusus untuk melindungi lalu lintas yang mengakses website tersebut.



Pada pengaksesan normal, biasanya ada 20-30 aplikasi yang bisa masuk ke website pemkot. Terbanyak bisa mencapai 50 aplikasi. Namun, jika suatu ketika jumlah pengaksesnya mencapai 2.000, misalnya, patut dicurigai adanya pemakai lain yang berusaha mengutak-atik sistem.



''Kalau ada kenaikan yang signifikan, otomatis langsung kami tutup jaringannya,'' tuturnya.



Sementara itu, Kasie Pos dan Standarisasi Dinkominfo Yudho Febriadu menjelaskan tentang proses pembuatan website abal-abal. Menurut dia, laman tersebut juga dibuat oleh oknum yang paham tentang IT. Dia sudah mengetahui kode program website pemkot, kemudian menambahkan gambar yang tidak seharusnya ke laman tersebut. ''Hal-hal seperti itu bisa menimpa website manapun,'' ucapnya.



Dia menuturkan, di dalam browser, terdapat kode program dari sebuah aplikasi. Bagi orang yang mengetahui bahasa pemrograman, mereka bisa melakukan inspect elemen. Yaitu, menambahkan kode program lain atau gambar tertentu pada laman tersebut. Sementara itu, URL-nya tetap sama.



''Pemrograman tersebut hanya terjadi di komputer si pembuat karena diprogram secara offline. Kalau kita mengakses website itu, yang keluar tetap website sebenarnya,'' ungkapnya.



Dinkominfo masih sulit melacak oknum yang melakukan tindakan tersebut. Sebab, perbuatan itu dilakukan di luar jaringan internet pemkot. Meski demikian, dinkominfo berharap masyarakat lebih berhati-hati apabila mendapat broadcast tentang hal-hal buruk terhadap situs pemkot itu.



''Harus dicek dulu alamat website-nya supaya tidak salah paham,'' tandasnya. (ant/fat/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore