
Tampilan Website Pemkot Surabaya Muat Foto Pria-Wanita Seksi
JawaPos.com SURABAYA - Website resmi Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur rupanya tidak lepas dari ulah iseng tangan-tangan jahil.
Sedikitnya, sudah tiga kali dinas komunikasi dan informatika mengetahui laman tersebut ditempeli gambar-gambar yang tidak pantas.
Oknum pembuatnya memotret halaman di komputernya, lalu hasil gambarnya di-broadcast melalui media sosial kepada publik.
Kepala Dinkominfo Surabaya Antiek Sugiharti menyatakan, perbuatan itu bukan termasuk pembajakan. Sebab, oknum tersebut hanya mengutak-atik dari komputernya sendiri. Pelaku tidak sampai mencuri atau merusak sistem website pemkot.
''Cuma diubah tampilannya, di-capture, lalu disebarluaskan,'' ujarnya, Rabu (16/9).
Salah satu contohnya didapatinya kemarin. Halaman muka situs www.surabaya.go.id ditempeli gambar tidak pantas antara seorang perempuan dan laki-laki. Di bagian alamat website, tertulis www.surabaya.go.id/video/166-kios-pelayanan-publik. Namun, setelah dibuka, rupanya alamat itu tidak tersedia.
Menurut dia, jaringan internet pemkot sudah dilengkapi sistem pengamanan khusus sehingga tidak bisa mengakses situs porno dan media sosial. Selain itu, mereka memiliki server pengaman khusus untuk melindungi lalu lintas yang mengakses website tersebut.
Pada pengaksesan normal, biasanya ada 20-30 aplikasi yang bisa masuk ke website pemkot. Terbanyak bisa mencapai 50 aplikasi. Namun, jika suatu ketika jumlah pengaksesnya mencapai 2.000, misalnya, patut dicurigai adanya pemakai lain yang berusaha mengutak-atik sistem.
''Kalau ada kenaikan yang signifikan, otomatis langsung kami tutup jaringannya,'' tuturnya.
Sementara itu, Kasie Pos dan Standarisasi Dinkominfo Yudho Febriadu menjelaskan tentang proses pembuatan website abal-abal. Menurut dia, laman tersebut juga dibuat oleh oknum yang paham tentang IT. Dia sudah mengetahui kode program website pemkot, kemudian menambahkan gambar yang tidak seharusnya ke laman tersebut. ''Hal-hal seperti itu bisa menimpa website manapun,'' ucapnya.
Dia menuturkan, di dalam browser, terdapat kode program dari sebuah aplikasi. Bagi orang yang mengetahui bahasa pemrograman, mereka bisa melakukan inspect elemen. Yaitu, menambahkan kode program lain atau gambar tertentu pada laman tersebut. Sementara itu, URL-nya tetap sama.
''Pemrograman tersebut hanya terjadi di komputer si pembuat karena diprogram secara offline. Kalau kita mengakses website itu, yang keluar tetap website sebenarnya,'' ungkapnya.
Dinkominfo masih sulit melacak oknum yang melakukan tindakan tersebut. Sebab, perbuatan itu dilakukan di luar jaringan internet pemkot. Meski demikian, dinkominfo berharap masyarakat lebih berhati-hati apabila mendapat broadcast tentang hal-hal buruk terhadap situs pemkot itu.
''Harus dicek dulu alamat website-nya supaya tidak salah paham,'' tandasnya. (ant/fat/jpg)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
