
Tangkapan layar dari kanal YouTube Ferry Irwandi (YouTube Ferry Irwandi)
JawaPos.com – TikTok membungkam Ferry Irwandi lewat penghapusan videonya mengenai Sosial Commerce yang selama ini diterapkan oleh TikTok. Video tersebut dihapus dengan keterangan “Perjudian.” Hal ini membuat Ferry bingung dan geram.
Video yang diposting di TikTok pada Sabtu (22/7) lalu tersebut sudah dihapus oleh TikTok tidak lama setelah penayangannya. Ferry Irwandi juga telah mengajukan banding mengenai penghapusan video tersebut, namun masih belum ada informasi baru mengenai hal itu.
Baca Juga: Mengintip Rahasia Pembuatan Kecap Legendaris asli Surabaya, Pabrik Kecap Tertua Ketiga di Indonesia
Ferry mengungkapkan kekesalannya karena penghapusan video tersebut melalui akun Instagram @irwandiferry. Ferry juga merasa difitnah karena alasan penghapusan videonya yang tidak masuk akal.
“Video gue soal social commerce dan project S gue kena takedown TikTok. Alasannya: perjudian!!” tulis Ferry.
“Wkwk yang judi beneran besebaran, mandi lumpur dibiarin, ni konten gak ada sangkut pautnya dikitpun sama pelanggaran komunitas, malah disikat, udahlah disikat, difitnah lagi,” tambahnya.
Video yang tayang di TikTok tersebut sudah mendapat 77 ribu likes, 2120 komentar, dan 9390 akun menyimpannya. Beruntung, Ferry Irwandi juga sudah memposting video tersebut ke kanal YouTubenya dengan judul “Bayangan Gelap di Balik Cahaya TikTok.”
Hal ini membuat publik bertanya-tanya, lantaran alasan penghapusan video tersebut berbanding terbalik dengan isi video. Di video yang berdurasi 10 menit itu, Ferry membahas tentang Sosial Commerce dan bahayanya bagi pelaku UMKM.
Baca Juga: Anak Terlindungi, Indonesia Maju di Hari Anak Nasional 2023 dalam Program Arcadia Chat Room
Sosial Commerce adalah sebuah aplikasi yang menggabungkan dua fungsi, yaitu sebagai sosial media dan juga e-commerce. Sosial Commerce diyakini membawa dampak buruk bagi perekonomian suatu negara. Di dalam videonya, Ferry menyebut hal yang dilakukan TikTok dengan sebutan Projek S TikTok.
Ferry menjelaskan, Projek S TikTok adalah sebuah proses bisnis yang dilakukan oleh TikTok. Dimulai dari mencari produk yang sedang tren melalui aplikasi, kemudian produk tersebut diproduksi ulang di Tiongkok, kemudian dijual kembali melalui TikTok Shop. Hal ini tentu merugikan negara dari segi perekonomian, karena produk UMKM yang sedang tren akan ditiru dan diproduksi ulang oleh pihak lain.
Selain itu, karena tempat produksinya yang tidak di Indonesia, secara otomatis mereka tidak menggunakan tenaga kerja dari warga Indonesia. Urusan perpajakan juga jadi abu-abu karena belum ada regulasi yang mengatur mengenai hal itu. Ferry juga memberikan produk yang digunakan sebagai contoh di dalam videonya, yaitu dua produk kecantikan yang diproduksi dari Tiongkok.
Projek S yang digarap TikTok secara tidak langsung sudah terlaksana dan masih terjadi saat ini di Indonesia. Hal yang ditakutkan dari kejadian ini adalah kerugian ekonomi dari pelaku UMKM karena tidak adanya regulasi yang membahas soal Sosial Commerce.
“Harusnya, Sosial Commerce ini diatur dan diregulasi dengan peraturan yang sama seperti e-commerce yang lain,” ucap Ferry di videonya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
