Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Desember 2017 | 14.12 WIB

Serangan Virus Ransomware Wannacry Gegerkan Dunia

Ilustrasi: penjahat cyber - Image

Ilustrasi: penjahat cyber

JawaPos.com - Selama 2017 dunia dihebohkan dengan serangan virus ransomware. Tepatnya sekitar bulan Mei. Serangan global itu melumpuhkan berbagai perangkat dan jaringan komputer di berbagai negara di dunia. Di antaranya mengganggu produksi pabrik mobil Perancis, Renault, mengusik sistem Bank Sentral Rusia, serta mengacaukan sistem jaminan kesehatan nasional Inggris.


Indonesia pun tak luput dari serangan jenis WannaCry tersebut. WannaCry memanfaatkan kelemahan sistem pengamanan pada Sistem Operasi Windows yang telah ditambal Microsoft melalui Security Update Patch.


WannaCry atau Wanna Decryptor (WCRY) itu terdeteksi sebagai Win32/Filecoder.WannaCryptor.D trojan. Perangkat jahat itu dapat merusak sistem komputer dari jarak jauh.


Bila dibandingkan dengan ransomware lain, WannaCry punya keunikan, yakni memilih memanfaatkan eksploitasi Windows yang diperoleh melalui eksploit NSA yang disebut EternalBlue yang sempat digunakan oleh kelompok Shadow Broker, April lalu.


Eksploit NSA ini punya kemampuan melakukan penetrasi ke dalam mesin yang menjalankan Windows XP dengan mengeksploitasi kerentanan pada server Windows SMB. Menurut peneliti perusahaan antivirus ESET, hal itu yang menjadi penyebab kenapa WannaCry mampu menyebar dengan waktu yang sangat cepat.


Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang sumber daya sangat penting (critical resource). “Serangan ini bisa dikategorikan teroris siber,” ujar Semuel ketika itu.


Di Indonesia, berdasarkan laporan yang diterima oleh Kemenkominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. “Dengan adanya serangan siber ini kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia siber,” tambah Semuel saat Indonesia diserang Wannacry.


Semmy menjelaskan serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau mengenskripsi semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban.


"Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis Windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut," paparnya.


Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.


Setelah berhasil menghebohkan seantero dunia, virus itu akhirnya berhasil dihentikan. Serangan masif itu bisa dihentikan oleh seorang pemuda berusia 22 tahun asal Cornwall, Inggris.


Diwawancarai oleh The Guardian, lelaki itu tidak mau menyebutkan namanya. Dia hanya minta dikenal dengan nama Malware Tech. Itu adalah nama yang terposting di akun Twitternya. Tetapi di situs Daily Mail, Malware Tech lebih terbuka. Nama lengkapnya, Marcus Hutchins.


Diceritakan Hutchins, setelah serangan ransomware menghantam beberapa rumah sakit di Inggris pada Jumat (12/5), dia bekerja nonstop 48 jam di depan komputernya. Bersama teman-temannya, mereka berusaha menghentikan dan menemukan tombol 'pembunuh' yang menghentikan serangan tersebut. Berkat usaha keras tersebut, serangan WannaCry bisa dihentikan.


Hutchins seperti pemuda kebanyakan yang suka menghabiskan waktu di depan komputer. Dia bahkan tidak menempuh pendidikan universitas. ”Saya berencana kuliah. Tetapi saya dapat tawaran pekerjaan dan saya terima. Saya benar-benar otodidak dalam mempelajari segala sesuatu,” katanya.


Dunianya adalah kamarnya yang berisi tiga layar komputer besar, kode-kode, dan musik Taylor Swift. Pekerjaan utamanya memang menghalau dan menyembuhkan serangan virus komputer. ”Saya mencari jalan untuk menemukan dan menghentikan virus dalam berbagai jenis. Untuk melakukan itu, saya membongkar domain-domain yang tidak teregistrasi. Tahun lalu, saya berhasil mendaftarkan ribuan domain tersebut,” tulis Hutchins dalam blog-nya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore