Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2019 | 07.44 WIB

Oppo Janji Tindak Serius Kasus Sales yang Dicekoki Terasi, Spv Diskors

Ilustrasi: gerai Oppo. - Image

Ilustrasi: gerai Oppo.

JawaPos.com - Oppo Indonesia angkat bicara menanggapi kasus salesnya yang dihukum makan terasi karena tidak mencapai target penjualan. Pihak Oppo mengaku sejauh ini masih menelusuri kasus yang terjadi di Tuban, Jawa Timur itu.

PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com mengatakan, saat ini sedang menelusuri laporan dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap staf sales mereka. "Kejadian tersebut, jika benar, sangat bertentangan dengan nilai-nilai Oppo," terangnya demikian.

Menurut Aryo, Oppo Indonesia menanggapi serius laporan tersebut. Pihaknya bahkan mengaku sudah mulai melakukan investigasi internal atas kejadian itu. "Kami juga telah memberikan skorsing terhadap supervisor (spv) yang terlibat dalam kejadian tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan," katanya.

Dia menyebut bahwa Oppo Indonesia menghormati dan menghargai seluruh pekerjanya. "Kami berusaha untuk memastikan seluruh kegiatan operasi kami sesuai dengan hukum dan peraturan setempat," jelasnya.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Tuban, kasus tersebut berawal dari laporan salah seorang sales Oppo bernama Gemilang Indra Yuliarti. Dia melaporkan supervisor dan trainer Oppo yang bernaung di bawah PT World Innovate Telecomunication (WIT) ke Unit IV Satreskrim Polres Tuban. Gemilang merasa hukuman yang diberikan atasannya itu tidak manusiawi.

Hukumannya mulai lari belasan kilometer, makan pare mentah, belimbing wuluh, jeruk nipis, cabai, bawang putih, mengunyah terasi, dan garam diberlakukan untuk seluruh sales atau bagian pemasaran jika tak mampu memenuhi target.

Persekusi diduga dilakukan oleh supervisor dan trainer Oppo terhadap puluhan sales di wilayah Tuban dan sekitarnya. Kejadian tak menyenangkan itu malahan sudah terjadi sejak dua setengah tahun terakhir. Jika tak mencapai target penjualan, sales Oppo akan dihukum hampir setiap hari.

Salah satu supervisor yang dilaporkan kepolisi yakni Dwi Prawoto Hadi. Dia mengaku heran adanya laporan salesnya terebut. Pasalnya, kejadian yang seakan sudah menjadi tradisi itu baru dilaporkan sekarang oleh Gemilang.

Gemilang sendiri bahkan sudah bergabung sebagai promotor Oppo sejak dua setengah tahun silam. "Sebelum saya masuk ke Oppo, hukuman seperti itu sudah ada untuk memacu semangat para marketing. Kalau keberatan kenapa tidak protes sejak dulu, kok baru sekarang?" tanya Dwi heran.

Tidak hanya itu, Dwi juga menilai bahwa Gemilang satu-satunya promotor yang paling sulit diatur. Malahan beberapa kali terlambat datang bekerja maupun saat briefing. Demikian juga saat diberi hukuman, Dwi menyebut bahwa Gemilang nyaris tidak pernah menjalankan hukuman yang diberikan. "Gemilang sudah lama tidak pernah menaati hukuman dan promotor yang paling sulit diatur," kata Dwi.

Gemilang mengakui hal tersebut. Dia memilih cuek dan tidak menjalani hukuman apa pun yang diinstruksikan melalui grup media sosial timnya. "Saya melawan hukuman tak manusiawi itu." tegas Gemilang yang mengaku mempunyai pertimbangan matang atas perlawanannya.

Sebagian sales lain yang tak berani melawan, lanjut dia, tetap menjalani hukuman jika tak tembus target. "Saya berharap perlawanan saya ini bisa memutus rantai hukuman agar tidak dianggap sebagai budaya yang wajar," pungkas Gemilang.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore