
Photo
JawaPos.com- Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Sidoarjo 2022 telah disahkan. Tahun depan, kekuatan APBD diproyeksikan sebesar Rp 5,4 triliun. Sebagian dari anggaran tersebut digunakan untuk membangun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) anyar.
”Rencana pembangunan puskesmas sementara tahun depan ada dua. Semoga nanti bisa ditambah lebih banyak lagi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.
Jumlah puskesmas yang dibangun hanya dua karena ketersediaan anggaran. Karena masih masa pandemi, beberapa pos anggaran di-refocusing. Yakni, untuk penanganan dan penanggulangan virus korona. Dengan begitu, rencana pembangunan puskesmas dalam jumlah banyak belum dapat terealisasi.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menyatakan, tambahan pembangunan dua puskesmas itu masih kurang. Kebutuhan puskesmas bagi masyarakat mestinya lebih banyak dari yang dibangun saat ini. ”Dalam setahun, seharusnya minimal ada empat atau lima puskesmas yang dibuat. Agar fungsi puskesmas untuk preventif dan promotif berjalan optimal,” katanya.
Sejauh ini, jumlah Puskesmas di Sidoarjo ada 27 unit yang beroperasi. Padahal, idealnya kebutuhan puskesmas untuk warga sebanyak 71. Karena itu, masih kurang 44 puskesmas lagi.
Tahun ini, rencananya ada empat puskesmas yang dibangun. Yakni, puskesmas Tambak Rejo di Kecamatan Waru, puskesmas Bebekan di Kecamatan Taman, lalu perubahan puskesmas pembantu (pustu) menjadi puskesmas di Kecamatan Tarik. Di Kecamatan Wonoayu juga dibangun puskesmas Wonokasian.
Namun, ternyata pembangunan Puskesmas Bebekan di Kecamatan Taman terpaksa tertunda. Selain Puskesmas Bebekan, yang bakal dibangun adalah Puskesmas Urangagung di Kecamatan Sidoarjo. Rencananya, Puskesmas Pembantu (Pustu) Urangagung dinaikkan menjadi puskesmas.
”Masing-masing puskesmas mendapat anggaran Rp 7,5 miliar hanya untuk pembangunan fisik atau gedung,” ujar anggota badan anggaran (banggar) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso.
Menurut Bangun, seharusnya puskesmas yang dibangun tahun depan lebih banyak lagi daripada tahun ini. Sebab, tahun ini jumlah pembangunan lebih sedikit daripada rencana yang ditetapkan. ”Tahun depannya (2023, Red) rencana yang dibangun ada tujuh puskesmas. Sudah ada dalam rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” katanya.
Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dalam layanan kesehatan dapat terpenuhi secara optimal. Puskesmas tidak lagi kewalahan saat melayani warga karena wilayah cakupannya yang terlalu luas.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
