
Ilustrasi pengasuh lakukan kekerasan pada dua anak majikan hingga tewas
JawaPos.com- Tiga tahun belakangan, kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Surabaya terus bertambah. Masalah ekonomi, sosial, serta lingkungan sekolah yang tidak ramah anak memicu persoalan tersebut.
Kenaikan angka kekerasan pada perempuan dan anak itu terekam dalam data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya. Pada 2020, jumlahnya 116 kasus. Berselang setahun naik menjadi 138 kasus. Tahun ini hingga September, ada 152 kasus.
Kepala DP3APPKB Surabaya Tommi Ardiyanto mengatakan, penyebab kasus kekerasan perempuan dan anak beragam. Mulai permasalahan ekonomi hingga sosial. Kebanyakan pelakunya adalah orang terdekat atau bahkan keluarga sendiri.
Salah satu contohnya, pelaku meminta korban mengemis. Korban diiming-imingi menerima sejumlah uang. Kalau menolak, pelaku tak segan memukul korban. ”Karena itu, perlu dukungan dari masyarakat sekitar untuk lebih peduli dengan lingkungannya. Terutama untuk orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya,” kata Tommi.
Selain di rumah, anak bisa saja mendapatkan kekerasan saat di sekolah. Itu disebabkan aktivitas anak lebih lama di sekolah daripada di rumah. Penyebab lain adalah kegagalan pola asuh orang tua, representasi masalah siswa di rumah, belum maksimalnya fungsi pengawasan dari sekolah, dan perundungan masih dianggap sebagai sesuatu yang biasa. ”Tindakan kekerasan pada anak bisa menimbulkan trauma yang mendalam,” jelas Tommi.
Untuk mencegah kekerasan di sekolah, DP3APPKB Surabaya memberikan penjelasan kepada 200 guru BK SMP negeri dan swasta. ”Garda utamanya guru BK. Untuk meminimalisasi tindakan kekerasan di sekolah,” tambah Tommi. Upaya lain adalah dengan menggelar lomba Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh menyampaikan, menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman bagi siswa tidak hanya tugas guru BK.
Dia mengimbau agar seluruh guru hingga staf berupaya membuat sekolah menjadi aman. ”Saling bahu-membahu. Sekarang itu kalau ada siswa berhari-hari tidak masuk, guru langsung ke rumah siswa itu memastikan kondisinya,” ujarnya.
---
LINDUNGI ANAK DAN PEREMPUAN
Jumlah Kasus Kekerasan Anak

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
