Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 23.04 WIB

Cegah Anak Putus Sekolah, Pemkot Surabaya Siapkan 42 Ribu Kursi SMP di SPMB 2026

Pemkot Surabaya menyiapkan kuota 42 ribu kursi dalam pelaksanaan SPMB SMP 2026/2027. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Pemkot Surabaya menyiapkan kuota 42 ribu kursi dalam pelaksanaan SPMB SMP 2026/2027. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 42 ribu kursi SMP negeri dan swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memberikan akses pendidikan secara luas dan merata, serta memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah di metropolitan terbesar kedua di Indonesia tersebut. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan daya tampung yang telah disiapkan Dinas Pendidikan sudah lebih dari cukup untuk menampung seluruh lulusan SD negeri maupun swasta.

"Jadi, (sekolah) negeri dan swasta kita berkolaborasi. Insyaallah berdasarkan kuota yang ada di Dinas Pendidikan, semua anak usia sekolah di Surabaya tidak ada yang tidak sekolah untuk tahun 2026," tuturnya, Rabu (20/5).

Di sisi lain, Pemerhati Pendidikan dan Perlindungan Anak LPA Jawa Timur, Isa Anshori, menilai kapasitas sekolah di Surabaya masih cukup untuk menampung seluruh anak usia sekolah dalam SPMB 2026/2027.

Isa menyebut total daya tampung SMP negeri dan swasta di Surabaya mencapai sekitar 42 ribu kursi. Jumlah tersebut dinilai memadai untuk mengakomodasi seluruh lulusan SD negeri maupun swasta.

"Dari jumlah daya tampungnya 42.000 (pada SPMB SMP Negeri dan SMP swasta 2026/2027), artinya tidak ada anak Surabaya yang usia sekolah itu tidak sekolah," tututr Isa Anshori.

Isa menyebut kuota SMP negeri di Surabaya sekitar 17 ribu kursi dari total 41 ribu lulusan SD. Dengan begitu apabila diprosentasekan, 40 persen siswa akan masuk sekolah negeri dan 60 persen masuk di swasta.

"Proporsi 17.000 (kuota SMP Negeri) dari total kuota 41.000 (lulusan SDN dan Swasta), sehingga porsinya sekitar 40 persen dan kue swasta adalah 60 persen. Artinya semua akan jadi tertampung," terangnya.

Isa meyakini seluruh anak usia sekolah di Surabaya tetap dapat mengakses pendidikan selama pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan. Menurutnya, tidak akan ada anak di Kota Pahlawan yang tidak sekolah. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore