
ANTISIPASI: Calon penumpang pesawat di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda kemarin. Petugas memperketat pengawasan, menyortir penumpang, dan memperluas batasan pengantar. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jumlah penumpang di Bandara Juanda terus mengalami kenaikan. Terutama pada penerbangan domestik. Pada triwulan ketiga, kenaikan penumpang sangat signifikan. Yakni, sebesar 175 persen dari triwulan kedua. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, kemudahan untuk terbang.
Total jumlah penumpang hingga akhir September di Bandara Juanda mencapai 5,1 juta penumpang. Dari angka tersebut, periode Juli sampai September atau kuartal ketiga menyumbang kurang lebih 1,1 juta penumpang. ”Pertumbuhan traffic yang cukup baik dari triwulan kedua,” kata PTS General Manager Bandar Udara Internasional Juanda MMA Indah Preastuty.
Dia menjelaskan, pada triwulan kedua, hanya ada 411.716 penumpang. Sementara itu, periode ketiga ini kurang lebih 1.133.855 penumpang. ”Jika dibandingkan dengan periode kedua, kenaikannya mencapai tiga kali lipat,” terangnya.
Bila dibandingkan dengan triwulan pertama, memang saat ini traffic penumpang lebih sedikit. Saat triwulan awal, jumlah penumpangnya mencapai 3,6 juta orang. Sebab, pada saat itu belum ada aturan pembatasan penerbangan. Baik domestik maupun internasional.
Peningkatan traffic saat ini masih didominasi penerbangan domestik. Sementara itu, untuk yang internasional hanya melayani penerbangan repatriasi dan terbatas. Sebab, hingga sekarang penerbangan internasional belum dibuka. Baik kedatangan maupun keberangkatan.
Selain pertumbuhan penumpang yang positif, kata Indah, tren baik terjadi pada pergerakan pesawat dan kargo. Pada triwulan ketiga ini, traffic pesawat naik 97,2 persen. Atau, terdapat 13.504 pergerakan pesawat. Angka tersebut naik dua kali lipat dari triwulan kedua. Saat itu hanya ada 6.848 pergerakan pesawat.
Sementara itu, kargo mengalami kenaikan sekitar 65,96 persen dari triwulan kedua. Indah menyatakan, jumlah rata-rata penumpang setiap hari juga mengalami pertumbuhan. Jika triwulan kedua per hari hanya 4.626 penumpang, sekarang terdapat 12.324 penumpang setiap hari. ”Bahkan, sering lebih dari 12 ribu,” terangnya.
Ada beberapa faktor yang membuat kenaikan jumlah penumpang. Di antaranya, kemudahan persyaratan untuk terbang. Berbeda dengan sebelumnya, mereka harus membawa surat tugas dari instansi untuk mengetahui keperluan mereka.
Di samping itu, Bandara Juanda juga sudah dilengkapi dengan tes rapid. Calon penumpang bisa melakukan rapid test di lokasi. Harganya juga cukup terjangkau. Tentu itu berbeda pada saat sebelum adanya new normal. Banyak penumpang saat itu yang mengeluh akan ribetnya untuk bisa terbang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=dW4Qkg-lf6U&ab_channel=jawapostvofficial

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
