
PENGAKUAN: Para korban penipuan memberikan kesaksian dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya untuk terdakwa Risma (pojok kiri atas). (Dimas Maulana/Jawa Pos)
Perjalanan 47 pelancong ke Jepang, Panama, Jerman, dan Moskow nyaris berantakan. Kode booking yang mereka dapat ternyata palsu. Semuanya baru terungkap menjelang keberangkatan. Biro perjalanan menanggung kerugian Rp 447,2 juta.
---
Risma Tri Lestari sudah lima tahun bekerja di Monreve Tour and Travel, agen tiket dan perjalanan. Sebagai staf ticketing, dia mendapat kepercayaan untuk memesan tiket dan meminta perusahaannya membayar ke supplier. Meski sudah bekerja selama itu, perempuan 30 tahun tersebut merasa gaji yang diterimanya sedikit. Risma memutar otak agar memperoleh tambahan uang.
Di kantornya di Jalan Rungkut Industri, Risma menemukan rekening tidak terpakai milik Arum, rekan kerjanya. Rekening atas nama Benindah Ocgianita itu nganggur. Dia punya rencana dengan rekening tersebut.
Aksi pertama dilakukan saat ada order tiket pada 2 Maret 2018 untuk pemberangkatan pada Januari 2019. Pesanannya, tiket pesawat Cathay Pacific dari Jakarta tujuan Jepang untuk enam penumpang.
Chica Dipsy, direktur Monreve Tour and Travel, meminta Risma mengurusi pemesanan tersebut. Kepada bosnya, Risma mengaku sudah memesan tiket ke supplier. Nama supplier itu dibikin sendiri. Namun, namanya disamakan dengan sebuah agen perjalanan ternama. Dia juga membuat dokumen pendukung yang dipalsukan. Misalnya, invoice, tiket, dan kode booking.
Risma meminta Bong Siau Bun, accounting Monreve Tour and Travel, mentransfer Rp 211,7 juta ke rekening Benindah Ocgianita yang diklaim sebagai supplier. ”Sebenarnya ada nama perusahaan supplier yang asli. Tapi, saya buat fiktif. Rekening yang saya pakai punya Arum,” ujar Risma saat sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.
Setelah tagihan dibayar, Risma mengirimkan kode booking palsu kepada bosnya. Kode tersebut dibuat Risma. Dia sudah sangat paham dengan kode dan bentuknya sehingga tidak mengalami kesulitan ketika membuat sendiri.
Perbuatan Risma itu baru terungkap menjelang jadwal keberangkatan pada Januari 2019. Saat dicek, kode booking tidak diterima sistem. Chica langsung menggantinya agar pemesan tiket tetap bisa berangkat.
Selama pertengahan 2018 hingga awal 2019, Risma terus mengakali bosnya sebelum kasusnya terungkap. Misalnya, ketika ada pesanan tiket dari Jakarta tujuan Panama dengan maskapai Qatar Airways untuk 30 tempat duduk. Antonius Haryanto memesan tiket pada Mei 2018 dengan jadwal keberangkatan Januari 2019.
Photo
SENDIRI: Risma mendengarkan keterangan saksi di sidang. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
Risma menggunakan cara yang sama. Mengaku sudah memesan tiket ke supplier. Dia juga meminta accounting mentransfer uang muka Rp 198,8 juta ke rekening atas nama Benindah yang dipegangnya. Chica dan Antonius dikirimi bukti kode booking palsu. ”Baru ketahuan pas mau berangkat. Saya rugi waktu dan harus bayar tiket ke agen lain yang lebih mahal karena jadwalnya sudah mepet,” ucap Antonius.
Pengalaman pahit juga dirasakan Ruth Febriani. Dia memesan tiket pergi pulang Jakarta–Frankfurt. Namun, ketika Ruth akan kembali ke Jakarta pada 28 Juni 2018, perjalanannya mendadak dibatalkan. Padahal, dia sudah berada dalam perjalanan menuju Bandara Frankfrut am Main. Ternyata Risma membelikan tiket maskapai Oman Air untuk pergi saja. Tiket pulangnya palsu. Sebagai direktur, Chica harus mengganti Rp 25,1 juta.
Risma juga kembali mengakali bosnya saat mendapat pesanan tiket Thai Airways dari Jakarta ke Moskow untuk 10 orang. Tiket itu dipesan pada Maret 2018 untuk keberangkatan Desember 2018. Monreve Tour and Travel sudah mentransfer uang muka Rp 41,9 juta ke rekening Benindah. Risma kembali mengirimkan kode booking palsu. Akibatnya, Chica merugi Rp 85,8 juta untuk pesanan terakhir tersebut. Chica merugi hingga Rp 447,2 juta setelah empat kali ditipu anak buahnya. ”Saya baru tahu ketika mendekati jadwal keberangkatan. Kode booking saya cek. Ternyata palsu semua,” ungkap Chica.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
