Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 23.16 WIB

Puluhan Nakes Positif Covid-19, Dinkes Sidoarjo Audit Pemakaian APD

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menelusuri jejak penularan Covid-19 terhadap dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan (nakes) lain di rumah-rumah sakit. Kuat dugaan, mereka tertular orang tanpa gejala (OTG).

Hingga Kamis (25/6), masih ada 28 nakes yang positif Covid-19 di RSUD Sidoarjo. Di RS rujukan yang lain juga ada. Hanya di RS Citra Medika yang tidak ada. Misalnya, di RS Siti Khadijah, ada empat pasien nakes yang dirawat. RS Bhayangkara (1 positif dan 1 PDP), RS Siti Hajar (3 dirawat), serta RS Mitra Keluarga (1 orang isolasi mandiri dan 5 dirawat).

’’Untuk RS Anwar Medika belum ada laporan,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman.

Dinas kesehatan terus melakukan evaluasi. Syaf menyatakan, yang harus diaudit adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Mulai kualitas, cara memakai, hingga kebiasaan orang yang mengenakan APD.

’’Itu harus dievaluasi. Bisa jadi APD bagus. Tapi, masalahnya ada pada kebiasaan yang kurang bagus,’’ katanya. Misalnya, masih makan bareng-bareng saat buka masker. ’’Itu sering terjadi,’’ ujarnya.

Upaya selanjutnya, lanjut Syaf, dinkes akan mengatur ulang penggunaan APD. Selain itu, memperbanyak rapid dan swab test terhadap semua tenaga kesehatan. ’’Semua nakes yang terlibat kita periksa. Alatnya sudah siap,’’ tuturnya.

Syaf memaparkan, 68 persen kemunculan konfirmasi positif di Sidoarjo disebabkan OTG. Bukan PDP atau ODP. Dia mencontohkan, ada orang yang mau ke Jakarta periksa dulu. Ternyata orang itu reaktif saat rapid. ”Banyak yang begitu. Padahal, sebelumnya interaksi ke mana-mana,” paparnya.

Sebagai apresiasi, Gugus Tugas dan Dinkes Sidoarjo merancang insentif untuk tenaga kesehatan yang belum mendapat insentif dari pemerintah pusat. Misalnya, insentif untuk petugas swab. ”Jasa per swab asal tidak berbenturan dengan insentif yang sudah diberikan pusat,” terang Syaf.

Misalnya, dokter mikrobiologi yang sudah ada insentif dari pusat. Maka, dia tidak dapat. Nominalnya akan dibahas lebih lanjut. ”Karena jumlahnya setiap rumah sakit juga beda-beda. Kita akan melakukan pendataan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejak Maret 2020, tercatat ada 70 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dua perawat dan satu dokter meninggal. Saat ini 28 nakes masih dirawat di RSUD Sidoarjo.


Poli Eksekutif RSUD Tutup







Layanan poli eksekutif RSUD Sidoarjo tutup mulai kemarin (25/6). Pasien dialihkan ke poli spesialis. Penutupan tersebut diumumkan rumah sakit secara resmi. Batas waktunya belum ditentukan. Namun, untuk tahap awal, penutupan berlangsung selama dua pekan. Selanjutnya, dilakukan dievaluasi.

Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan menyatakan, penutupan tersebut disebabkan IGD membutuhkan tambahan tenaga untuk menangani pasien Covid-19. ’’Sumber daya manusia (SDM)-nya rolling ke IGD. Bantu lantai 3 (tangani pasien) stagnan Covid-19,’’ ujarnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sidoarjo dr Syamsu Rahmadi mengungkapkan, para pasien poli eksekutif yang ingin berobat ke poli spesialis bisa langsung datang ke poli tersebut. Mereka juga bisa membuat janji lebih dulu dengan menghubungi rumah sakit untuk menanyakan jadwal dokter yang ingin dituju.

’’Layanan poli eksekutif yang tutup untuk rawat jalan saja,’’ katanya. Layanan lain tetap ada. Minimarket, bank, hingga tempat terapi pijat tetap buka. Tempat makan di lantai dasar juga buka. Sebab, tempat-tempat tersebut tidak memerlukan pelayanan dari tenaga kesehatan (nakes).




Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FzrDA730B8M

https://www.youtube.com/watch?v=f554UbJS4Fc

https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore