
Fahrul Suganda (kiri) sudah menerima surat pemecatan didampingi Inggil Dhonosaputro yang baru mendapatkan SP karena mendukung pasangan Calon Nomor Urut Dua Machfud Arifin dan Mujiaman. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Pemecatan pegawai Dinas Pemadam Kebakaran karena mendukung pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut Dua Machfud Arifin dan Mujiaman direspons Kepala Bidang Operasional dan Peningkatan Kapasitas DPK Bambang Vistadi. Ketika dihubungi, Bambang menegaskan bahwa pemecatan tersebut terkait dengan netralitas seluruh pihak.
”Prinsip kami hanya satu. PMK harus netral. Ini kembali pada prinsip di dinas kebakaran. Itu saja yang dilakukan,” ujar Bambang pada Rabu (25/11).
Sebelumnya, salah seorang pegawai outsourcing PMK Fahrul Suganda mendapat surat pemecatan pada Selasa (24/11). Dalam surat tersebut tertulis bahwa pemecatan dilakukan karena Fahrul menggalang massa saat kampanye pasangan calon nomor urut dua pada Minggu (22/11).
”Waktu itu, kapasitas saya sebagai Ketua RW 5 Gembong Barat, Kelurahan Kapasan, bukan sebagai pegawai PMK. Bahkan itu Hari Minggu bukan jam kerja,” kata Fahrul pada Selasa (24/11).
Dia merasa aneh sebab, surat pemecatan diterbitkan tanpa ada peringatan terlebih dahulu. ”Pemecatan itu, tanpa Surat Peringatan(SP) 1 atau SP 2. Tiba-tiba saya dipanggil dimintai keterangan setelah itu diberi surat pemecatan,” terang Fahrul.
Terkait hal tersebut, Bambang menyatakan, mendapatkan informasi kampanye yang dilakukan Fahrul sejak Minggu (22/11) melalui dokumentasi. ”Ada dokumentasi yang bersangkutan menggunakan atribut dan menghadiri ajakan mendukung calon wali kota,” ujar Bambang.
Soal kampanye yang dilakukan di luar jam kerja, Bambang menegaskan, PMK tidak mengenal Hari Minggu. ”PMK tidak mengenal Hari Minggu, apalagi kalau pasukan cadangan yang sewaktu-waktu kita panggil,” ungkap Bambang.
Bambang mengatakan, Fahrul sudah mengakui kesalahannya. ”Yang jelas, yang bersangkutan sudah mengakui apa yang sudah dilakukan. Kita mencegah jangan sampai timbul kelompok-kelompok. Kami tidak pandang bulu,” tutur Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas PMK Dedik Irianto mengaku tidak tahu menahu mengenai pemecatan tersebut. ”Saya tidak hafal. Ada ratusan personel. Baiknya tanya ke Pak Bambang Vistadi saja ya,” ujar Dedik pada Selasa (24/11) malam.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Vb10yDTRAtU

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
