Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Oktober 2020 | 00.14 WIB

Bu Nyai Panjatkan Doa Kemenangan Eri Cahyadi di Kampung Masa Kecilnya

Warga kampung Kawatan VI, menggelar acara doa bersama untuk kemenangan Eri Cahyadi. (Tim Eri Cahyadi for JawaPos.com) - Image

Warga kampung Kawatan VI, menggelar acara doa bersama untuk kemenangan Eri Cahyadi. (Tim Eri Cahyadi for JawaPos.com)

JawaPos.com — Warga kampung Kawatan VI, Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, menggelar acara doa bersama untuk kemenangan calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (24/10). Mereka memanjatkan doa bersama agar Eri yang tumbuh besar di kampung Kawatan itu mampu menjadi pemimpin amanah seperti Tri Rismaharini selama ini.

“Tidak mudah bagi Mas Eri untuk menerima permintaan Bu Risma agar mau meneruskan perjuangan beliau. Menjadi pemimpin yang amanah sangat sulit. Hingga saat Mas Eri akhirnya mau pun, saya berucap innalillahi wa inna ilaihi rajiun karena semua ini kami kembalikan kepada kehendak Yang Maha Kuasa,” kata Rini Indriyani, istri Eri Cahyadi, saat memberikan sambutan di depan para bu nyai, anggota majelis taklim, dan warga Kawatan.

Eri Cahyadi, kata Rini Indriyani, punya komitmen untuk membangun generasi arek Suroboyo yang intelektual sekaligus memiliki pandangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Karena Kota Surabaya dibangun di atas landasan nasionalisme dan hubbul wathon minal iman atau cinta negara sebagian dari iman. “Karena itu, tak hanya beasiswa untuk perguruan tinggi dan sekolah-sekolah profesi, tapi juga beasiswa mondok ke ponpes-ponpes,” katanya.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah bu nyai dari kampung Kawatan. Salah satunya Bu Nyai Orens yang ikut memberikan sambutan. Mereka kompak menyatakan dukungan kepada Eri Cahyadi. Apalagi, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu adalah arek Kawatan asli.Desas-desus miring yang menyatakan bahwa Eri bukan warga Kawatan, kompak dibantah warga.

Salah satu perwakilan warga sekaligus tokoh masyarakat Kawatan Afifah Aini menegaskan, Eri memang pernah tinggal di Kawatan. Segala isu miring tentang Eri adalah upaya menjatuhkannya. "Isu-isu yang beredar tentang Mas Eri itu salah besar. Beliau asli orang Kawatan, rumah beliau dulu di Kawatan Gg. VIII. Walaupun beliau sudah tidak tinggal di Kawatan, toh beliau tidak pernah lupa sama sama sekali warga Kawatan. Selalu turut hadir ketika Ibu beliau, keluarga beliau, menggelar hajat,” katanya.

“Jadi, warga Kawatan sangat mendukung Mas Eri. Kampung Kawatan merasa sangat senang dan bangga, apalagi ada anak kampungnya yang nantinya jadi wali kota," ujar Afifah.

Senada dengan Afifah, keponakan KH. Fattah Yasin yang merupakan tokoh penghubung ulama di era Bung Karno tahun 1948, Muh. Qoiri, menyatakan bahwa Eri Cahyadi adalah satu dari sekian banyak warga Kawatan yang punya kontribusi bagi negeri.

"Banyak warga Kawatan yang jadi orang sukses. Salah satunya pakde saya, KH. Fattah Yasin yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial di era Bung Karno. Meskipun kampung Kawatan ini dipandang sebelah mata, tapi dari sinilah banyak orang sukses lahir. Banyak orang yang hijrah dari Kawatan, tapi kemudian kembali lagi ke Kawatan. Sama seperti Pak Eri, selamanya tetap orang Kawatan asli," ujar Muh. Qoiri.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore