Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2020 | 00.17 WIB

Sekda Ahmad Zaini Jadi Plh Bupati Sidoarjo, Lanjutkan Program Cak Nur

SWAB TEST: Muhammad Abdul Aziz, putra alm Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, mengikuti uji usap dahak atau swab PCR di GOR Delta Sidoarjo, Senin (24/8). Tindakan tersebut diambil pasca meninggalnya Plt Bupati Sidoarjo akibat terpapar virus korona. - Image

SWAB TEST: Muhammad Abdul Aziz, putra alm Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, mengikuti uji usap dahak atau swab PCR di GOR Delta Sidoarjo, Senin (24/8). Tindakan tersebut diambil pasca meninggalnya Plt Bupati Sidoarjo akibat terpapar virus korona.

JawaPos.com – Kursi pimpinan Kota Delta tak mengalami kekosongan. Mulai Senin (24/8) Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini resmi menjabat pelaksana harian (Plh) bupati Sidoarjo. Penunjukan jabatan itu dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya Minggu malam (23/8).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sidoarjo Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji, dan Dandim 0816 Sidoarjo Muhammad Iswan Nusi turut hadir. ”Sambil menunggu Pj (penanggung jawab) bupati, saya akan melaksanakan tugas sebagai pelaksana harian. Berlaku hingga 30 hari ke depan,” ucap Zaini.

Untuk PJ, lanjut dia, sedang dipersiapkan gubernur Jatim, lalu akan diusulkan ke Kemendagri. Zaini menyampaikan dalam waktu dekat dirinya akan mengikuti rapat paripurna. Walau belum ada PJ bupati, roda pemerintahan di Kota Delta tetap berjalan. Namun, ada batasan dalam menjalankan kewenangan Plh.

”Seperti penetapan nota APBD 2020. Tidak boleh dilakukan oleh Plh. Kalau pembahasan, bisa,” ujarnya.

Menurut Zaini, sebagai Plh, dirinya bakal meneruskan apa yang telah dirintis (almarhum) Nur Ahmad Syaifuddin. Salah satunya adalah hal yang telah disepakati dalam paripurna dengan DPRD beberapa hari sebelum pejabat yang biasa disapa Cak Nur itu wafat. Misalnya, ungkap dia, pembangunan RSUD Barat yang telah mendapat jalan untuk segera direalisasikan.

Selain itu, mewujudkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) yang telah ditentukan. ”Yang bagus dipertahankan. Yang masih kurang ditingkatkan agar pembangunan di Sidoarjo berjalan maksimal,” ucap Zaini.

Dia masih ingat betul saat bertemu Cak Nur sebelum rapat paripurna Rabu malam lalu (19/8). Saat itu kondisi Cak Nur sudah tampak sakit. Tapi, dia tetap melakukan tugasnya sebagai pemimpin Kota Delta. Sebelum rapat dimulai, Zaini menyatakan untuk menghirup minyak kayu putih. Caranya, minyak kayu putih diteruskan di tisu dan dimasukkan dalam masker.

”Alhamdulillah beliau berkenan,” ucap Zaini. 

Usulkan Tiga Nama ke Kemendagri


Pemerintah provinsi sudah resmi menunjuk pelaksana harian (Plh) bupati Sidoarjo. Selanjutnya, pemprov mengusulkan tiga nama untuk menjadi pejabat sementara (Pjs) bupati Sidoarjo.

Namun, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono enggan menyebut nama tersebut. Dia mengatakan, ada waktu 30 hari sejak penetapan Plh. Masa itu dihitung sejak kemarin. Kini pemprov memiliki waktu 29 hari untuk mengusulkan tiga nama itu. Nanti, Kemendagri menentukan nama tersebut. ”Nanti kalau sudah ada penetapan, kami sampaikan namanya,’’ ucapnya kemarin.

Ada beberapa pejabat ASN Jatim yang memiliki peluang sebagai Pjs Sidoarjo. Mereka pejabat eselon II yang pernah menjadi Pjs pada momen pilkada. Antara lain, Kepala Bakesbangpol Jatim Jonathan Budianto, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, serta Asisten Pembangunan dan Perekonomian Jatim Jumadi.

Dari tiga nama itu, Jonathan memiliki pengalaman di Sidoarjo. Dia pernah menjadi Pjs di kabupaten tersebut. Jonathan juga pernah menjadi Pjs Bupati Sampang. Dia memiliki pengalaman mengoordinasi OPD di tingkatan kabupaten.

Wahid Wahyudi memiliki pengalaman yang sama. Dia pernah menjadi Pjs Bupati Lamongan dan Pjs Wali Kota Malang. Namun, peluang Jonathan bisa dibilang sangat besar karena paham dengan pola pemerintahan di Sidoarjo.

Meski begitu, keputusan tetap berada di tangan Pemerintah provinsi Jatim. Heru enggan memberi bocoran yang berpotensi diusulkan. Yang jelas, semua memiliki peluang yang sama. Selain itu, penentu siapa yang layak adalah Kemendagri. ”Pemerintah provinsi hanya mengusulkan,’’ terangnya.

Selain menyiapkan tiga nama untuk Pjs Bupati Sidoarjo, pemprov mulai menyusun nama-nama untuk Pjs daerah yang menggelar pilkada. Nama-nama itu harus segera ada. Sebab, banyak petahana yang maju pilkada.

Sesuai aturan, mereka harus mengajukan cuti sebelum pendaftaran. Tahapan pendaftaran berlangsung 4 September nanti. Artinya, pemprov harus menyiapkan sejak sekarang agar tidak terjadi kekosongan pemerintahan.

Uji Usap dari Keluarga hingga Juru Masak


Tes swab bagi para pihak yang melakukan kontak erat dengan Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dimulai kemarin (24/8). Ada 22 orang yang mengikuti uji swab di GOR Delta Sidoarjo. Mulai keluarga, ajudan, juru mudi, hingga juru masak.

Termasuk beberapa pejabat yang bertemu dengan Cak Nur dalam kurun 10 hari terakhir. Salah satunya Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman. Juga, Asisten I M. Ainur Rahman. Dalam uji swab tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo Fredik Suharto turut serta.

Sejak pagi mereka tiba di GOR. Uji usap dijadwalkan mulai pukul 08.00. Ketiga buah hati almarhum pun mengikuti swab. Yakni, Cholillyatul Murodah, Muhammad Abdul Aziz, dan Muhammad Hanif Mubarok. Termasuk Perdigsa Cahya, ajudan Cak Nur yang kali terakhir bertemu pada 18-19 Agustus lalu. Selain itu, ajudan istri Cak Nur turut hadir untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah menjalani swab, Perdigsa menyatakan bahwa hasil swab belum keluar. Mereka harus menunggu lebih dulu. ’’Infonya yang kontak erat diusahakan cepat (keluar) hasilnya,’’ katanya. Syaf pun menyatakan bahwa hasil swab paling cepat keluar hari ini. Maksimal dalam kurun tiga hari uji swab-nya dan tim keluar. Dengan begitu, mereka bisa diketahui positif atau negatif Covid-19.

Proses swab untuk para pihak yang berhubungan dengan Cak Nur tidak hanya berlaku kemarin. Hari ini rencananya swab dilaksanakan untuk anggota PKK yang bertemu dengan istri Cak Nur. Sebelumnya, mereka menjalani swab. Hasilnya, semua dinyatakan negatif atau tidak terpapar virus korona. ’’Kami pastikan dulu apakah mereka perlu melakukan tes ulang atau tidak,’’ ucap Syaf.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=-I_SJV3H7I8

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore