Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: M Sholahuddin
Minggu, 25 Juli 2021 | 19.13 WIB

Siap Beroperasi, RS Darurat GBT Dilengkapi Perawatan Khusus Ibu Hamil

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Kesiapan rumah sakit darurat khusus Covid-19 di Gelora Bung Tomo (GBT) mendapat perhatian dari dewan. Sabtu (24/7) Komisi D DPRD Surabaya bersama dinas kesehatan (dinkes) mengecek satu per satu ruangan RS darurat.

Fasilitas tersebut memiliki tempat isolasi, perawatan pasien, hingga tempat penanganan khusus bagi ibu hamil (bumil) yang terpapar Covid-19. Juga ada unit gawat darurat (UGD) di bagian depan dan ruang intensive care unit (ICU) untuk kasus gejala berat. Dicek pula kesiapan oksigen. Saluran oksigen medis di RS darurat itu tidak lagi menggunakan tabung per kamar. ”Sudah sangat bagus karena menggunakan oksigen sentral. Sumber oksigennya tersentral,” ujar anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Tjutjuk Supariono.

Dengan dukungan fasilitas di GBT, Tjutjuk menilai kesiapan rumah sakit darurat tersebut jauh lebih baik dibandingkan rumah sakit lapangan tembak (RSLT). Apalagi, sumber listrik sudah tersedia di GBT. ”Meski sudah sangat siap, kita berharap kosong lah. Semoga semua warga Surabaya sehat,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah menuturkan, jumlah nakes di RS darurat itu disesuaikan dengan jumlah pasien. Berdasar laporan dari dinkes, Surabaya akan mendapat bantuan dokter dan perawat internship. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga segera mengirimkan bantuan tenaga. Para dokter dan perawat internship akan ditempatkan di puskesmas yang juga sedang kekurangan tenaga. ”Saya rasa ini terobosan bagus. Karena yang disiapkan bukan hanya infrastruktur kesehatannya, melainkan juga SDM-nya,” jelasnya.

Sementara itu, target operasional RS tersebut pada Jumat memang sudah terlampaui. Sebab, ada kendala pasokan oksigen. Pemasangan tabung penyimpanan oksigen sudah dilakukan beberapa hari lalu. Namun, pasokan oksigen masih menunggu supplier. ”Kita pesan sejak Jumat sebenarnya,” ucap Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKP CKTR Iman Krestian Maharhandono.

Sayangnya, permintaan oksigen memang juga tinggi di berbagai daerah. Hal tersebut membuat supplier cukup kesulitan memenuhi permintaan oksigen. Iman mengatakan, kebutuhan alat medis dan alat lainnya sudah terpenuhi dan terpasang. Begitu pasokan oksigen diamankan, RS darurat bisa segera diaktifkan.

Di sisi lain, warga RW 1 dan 6, Kelurahan Sumberejo, sempat membawa spanduk penolakan RS darurat tersebut karena ketakutan tertular dari pasien. Jumat malam Camat Pakal Tranggono Wahyu Wibowo langsung menggelar sosialisasi yang melibatkan puskesmas, Satgas Covid-19, dan dispora.

Warga jadi lebih mengerti mitigasi penanganan Covid-19 di rumah sakit itu. Lokasi GBT yang cukup jauh dari permukiman jelas meminimalkan penularan. Jadi, warga tak perlu takut. ”Alhamdulillah sudah paham. Jadi, tak ada lagi penolakan,” tegas Tranggono.

Editor: M Sholahuddin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore