Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juli 2021 | 20.22 WIB

Pemkot Surabaya Klaim Kasus Baru Covid-19 dan Kematian Turun

SOSIALISASI DAN AKSI SOSIAL: Anggota Satpol PP Kota Surabaya membagikan sembako sembari memberikan edukasi PPKM darurat kepada PKL di Jalan Kusuma Bangsa pekan lalu. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

SOSIALISASI DAN AKSI SOSIAL: Anggota Satpol PP Kota Surabaya membagikan sembako sembari memberikan edukasi PPKM darurat kepada PKL di Jalan Kusuma Bangsa pekan lalu. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 belum terkendali. Itu membuat Kota Pahlawan masuk peta zona merah. Surabaya termasuk daerah dengan risiko tinggi bersama 32 kabupaten/kota yang lain di Jatim. Imbasnya, Surabaya masih harus menerapkan PPKM lanjutan, yakni PPKM level 4.

Meski masih tinggi, pemkot menyebut tren angka kematian cenderung menurun selama PPKM darurat. Sebelum PPKM darurat, kasus kematian yang dimakamkan dengan standar protokol kesehatan sekitar 170 orang per hari. Tapi, saat ini terjadi tren penurunan 120–130 orang per hari. ”Pemakaman sesuai dengan prokes turun. Ini terjadi selama PPKM darurat,” kata anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Henry Simanjuntak.

Kasus baru juga demikian. Menurut dia, ada kecenderungan mulai menurun meski belum mencapai batas aman. Dia berharap tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit bisa terus terkendali.

Di sisi lain, meski pemkot mengklaim ada penurunan, data kasus baru belum terbendung. Berdasar data yang diambil dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id, jumlah warga yang terpapar masih cukup tinggi. Per kemarin masih ada 11.689 orang yang dirawat. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit rujukan. Sebagian lagi melakukan isolasi secara mandiri (isoman).

Pemerintah berupaya keras menurunkan kasus baru. Salah satunya dengan memaksimalkan vaksinasi agar tercipta herd immunity. Sejauh ini, pemkot mengklaim hampir 50 persen warga Kota Pahlawan sudah divaksin. Persisnya mencapai 48,14 persen. Atau, 1.383.683 warga yang sudah divaksin. Total warga Kota Pahlawan yang harus divaksin mencapai 2.874.314 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita meminta warga yang belum divaksin segera mendaftar melalui RT/RW setempat. Berdasar data tersebut, puskesmas akan menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi. ”Kita berupaya agar jangkauan vaksinasi per hari sampai 30 ribu,” katanya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya terus berupaya keras untuk memasifkan vaksinasi. Kemarin pihaknya kedatangan 14 ribu dosis vaksin. Namun, jumlah itu dinilai tidak seberapa. Sebab, kemampuan Surabaya dalam melakukan vaksinasi sampai 30 ribu per hari. Bahkan bisa dimaksimalkan menjadi 55 ribu. ”Kalau jumlah itu (14 ribu dosis vaksin, Red), setengah hari sudah habis,” ujar Eri.

Pihaknya sangat berharap pemerintah pusat terus memberikan jatah vaksin untuk Surabaya. Dengan begitu, target herd immunity segera tercapai. Targetnya, pada September paling tidak 70 persen warga Surabaya yang menerima vaksin bisa terpenuhi.

Di sisi lain, aparat tetap menggelar operasi penegakan protokol kesehatan (prokes). Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya tetap melakukan patroli. Sasarannya adalah tempat-tempat yang mengundang kerumunan orang. Mulai tempat hiburan, warung kopi, kafe, hingga restoran.

Sejauh ini, satpol PP sudah menindak 576 kasus pelanggaran prokes. Perinciannya, pelanggaran perorangan 553 kasus dan pelanggaran instansi 23 kasus. ”Yang melanggar kita tindak sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Tapi, tindakan humanis juga kita lakukan,” tutur Eddy.

Baca Juga: Misteri Rumah Kosong di Ngagel Jaya, Surabaya

Di bagian lain, aparat gabungan juga terus melakukan penyekatan untuk menekan tingkat mobilitas warga. Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajad menyatakan, penyekatan dilakukan di dalam kota dan perbatasan. Tujuannya, mencegah warga luar kota yang masuk Surabaya. Sejauh ini, akses sejumlah jalan protokol di dalam kota ditutup karena menjadi kawasan physical distancing.

Pedagang SWK Sepakat Dukung PPKM Level 4 Asal Buka 50 Persen


Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat beberapa waktu lalu membuat banyak pedagang makanan dan minuman hampir gulung tikar. Tak terkecuali yang berada di sentra wisata kuliner (SWK). Namun, kelanjutan PPKM justru dinilai lebih luwes.

Spanduk berukuran 5 meter dibentangkan pedagang SWK Deles dan beberapa perwakilan SWK dari wilayah lain. Tertulis jelas bahwa pedagang mendukung pelaksanaan PPKM level 4 yang merupakan kelanjutan PPKM darurat. Kebijakan yang baru kali ini mereka nilai tetap memperhatikan kelangsungan hidup para pedagang.

Ketua SWK Deles Eko Busono menyebutkan, saat penerapan PPKM darurat, kondisinya sangat kacau. Saat itu pedagang hanya mampu buka tiga hari. Selebihnya mereka memilih tutup.

Pelarangan makan di tempat (dine in) dianggap menjadi penyebab. Padahal, rata-rata pangsa pasar konsumen mereka adalah yang dine in. ”Pedagang memilih libur saja waktu itu,” katanya.

Pihaknya pun sempat ketir-ketir dengan kebijakan PPKM lanjutan. Namun, ternyata kebijakan yang baru lebih ramah kepada pedagang. Mereka diizinkan tetap buka dan pembeli boleh datang. ”Jadi, tetap bisa buka dengan kapasitas 50 persen. Ini yang membuat kami sedikit lega. Kami mendukung pelaksanaan PPKM level ini,” terang Eko.

Dia mengatakan, pedagang SWK Deles yang jumlahnya 30 orang bukannya tidak mengakui Covid-19. Dia menegaskan bahwa Covid-19 ada. Karena itu, dia menjamin prokes di SWK benar-benar dijalankan. ”Kami masih bisa bernapas. Kami berkomitmen menjaga prokes dan semua pedagang divaksin,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator Pedagang SWK Siwalankerto Harno. Dia mengatakan, apa yang dilakukan dan kawan-kawan lainnya bukan sekadar untuk kepentingan kelompok pedagang SWK Surabaya. Namun juga membawa nasib semua pedagang di Surabaya. Termasuk warung kopi.

”Kami berharap ada kelonggaran yang diberikan. Karena itu, kami tergugah dan ingin menyuarakannya,” ucap Harno.

Baca Juga: Pria Asal Ampel Surabaya yang Kibarkan Bendera Putih Minta Maaf

SWK Siwalankerto saat ini masih tutup. Bahkan hampir 1,5 tahun lamanya. Lingkungan kampus yang ramai biasanya menjadi sumber pemasukan pedagang. ”Praktis kami kehilangan banyak pelanggan. Karena terus merugi, akhirnya memilih berhenti dulu,” paparnya.

Upaya Pemkot Surabaya Mengerem Persebaran Covid-19


- Menggencarkan vaksinasi sampai 30 ribu orang per hari. Saat ini sudah 1.383.683 warga yang divaksin. Atau, 48,14 persen dari total penerima vaksin.

- Mendirikan rumah sehat di setiap kelurahan. Tempat isoman bagi warga per kelurahan yang terpapar Covid-19 untuk memutus rantai penularan.

- Mengubah gedung perkantoran dan fasilitas milik pemkot sebagai rumah sakit darurat untuk mencegah penumpukan di rumah sakit.

- Menghimpun bantuan perusahaan dan pihak ketiga secara gotong royong. Bantuan disalurkan kepada warga dan nakes.

Sumber: Pemkot Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore