Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 November 2020 | 23.02 WIB

Nilai UMK Gresik 2021 Sudah Terbaik, Disnaker Berharap Tak Ada PHK

MENCARI PENGHIDUPAN: Para pekerja akan berangkat ke pabrik. UMK untuk tahun ini tetap. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

MENCARI PENGHIDUPAN: Para pekerja akan berangkat ke pabrik. UMK untuk tahun ini tetap. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2021 sudah disahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Besaran UMK Gresik tahun depan tertinggi kedua se-Jatim di bawah Kota Surabaya. Namun, untuk kabupaten, UMK Gresik paling tinggi.

Berdasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor: 188/538/KPTS/013/2020, UMK Gresik sebesar Rp 4.297.030 atau naik Rp 100 ribu jika dibandingkan dengan tahun ini. Angka itu hanya selisih Rp 3.449 dengan UMK Kota Surabaya. Besaran UMK Gresik tersebut lebih tinggi Rp 4.000 dengan Sidoarjo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Gresik Ninik Asrukin berharap keputusan UMK 2021 yang sudah disahkan gubernur itu bisa diterima semua pihak. Yang jelas, pemkab ingin selalu menjaga kondusivitas.

’’Menurut kami, (angka) itu sudah yang terbaik. Kalau naik tinggi, kan belum tentu perusahaan menerima. Yang penting kondusif. Perusahaan tidak dirugikan, para pekerja juga tidak dirugikan,” ucapnya.

Dengan kenaikan UMK 2021 itu, Ninik juga menekankan agar para pelaku usaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun merumahkan pekerja. ’’Sudah kami ingatkan itu. Lalu, yang terpenting lagi, jangan sampai ada perusahaan yang relokasi ke daerah lain karena tidak mampu membayar UMK ini,” jelasnya.

Ninik mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum menerima keluhan dari para pengusaha. Namun, ada satu pengusaha yang menghubungi lewat sambungan telepon. ’’Saya tanya, bagaimana dengan UMK 2021, beliau menjawab, insya Allah. Artinya, kenaikan ini sama-sama bertujuan untuk kondusivitas di dunia industri,” tuturnya.

Photo



Dalam 10 tahun terakhir atau sejak era Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup Moh. Qosim, besaran UMK Gresik tercatat terus mengalami kenaikan. Pada 2011, misalnya, nilai UMK hanya Rp 1.133.000. Jika dibandingkan dengan UMK 2021, setidaknya ada kenaikan Rp 3.164.030. Untuk UMK 2021 di kabupaten tetangga, Lamongan sebesar Rp 2.488.724, Tuban Rp 2.532.234, dan Bojonegoro Rp 2.066.781.


Ketua DPRD Gresik M. Abdul Qodir juga memberikan apresiasi terhadap kenaikan UMK Gresik tersebut. Dia mengatakan, dalam hal penetapan UMK memang harus ada win-win solution. ’’Tentu saja memang tidak mudah dapat mengakomodasi antara keinginan perusahaan dan pekerja. Kalau menurut saya, tentu positif karena kalau kita melihat kan ada beberapa daerah yang tidak naik,’’ ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=j-CEnW5P8P8

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore