
ANTISIPASI: Heri Agus Priatin, salah seorang petugas jaga rumah pompa di underpass bundaran Satelit, melakukan pemantauan rutin, Selasa (4/10). (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemkot Surabaya punya anggaran Rp 440 miliar hingga akhir tahun ini untuk penanganan banjir kota. Anggaran tersebut difokuskan untuk peningkatan kapasitas pompa air hingga penanggulan sungai seperti di Kali Lamong.
Dana yang disiapkan tahun ini sebetulnya Rp 460 miliar. Tetapi, karena ada pandemi Covid-19, terjadi pergeseran anggaran.
Kabid Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Eko Yuli Prasetya mengungkapkan, pemotongan dana itu tidak berpengaruh. Sebab, program utama membendung air tetap berjalan. Sebagian besar dana dialolasikan untuk mengganti pompa air. ’’Kapasitas pompa air kami tingkatkan,” jelasnya.
Pompa air yang kapasitasnya 3 m³/detik diganti menjadi 5 m³/detik. Total ada 10 pompa baru yang didatangkan pemkot. Satu unit pompa dialolasikan sekitar Rp 5 miliar.
Selebihnya, anggaran digunakan untuk penanganan lain. Misalnya, normalisasi sungai, pemasangan box culvert, serta pengerukan boezem. Selain itu, penanggulan Kali Lamong. Panjangnya 2 km.
Eko membeberkan kunci penanganan potensi banjir pada musim hujan yang sebentar lagi datang. Mereka mengandalkan kemampuan peralatan dan sumber daya manusia (SDM). Misalnya, untuk normalisasi saluran, pemkot tidak melelang pekerjaan itu. Namun, menerjunkan seluruh alat berat. ’’Alat berat kami seluruhnya diturunkan untuk mengeruk sungai,’’ tegasnya.
Pembersihan box culvert dan saluran primer juga dikerjakan satgas pematusan. Jumlah personel yang dikerahkan mencapai 1.400 orang. Mereka turun membersihkan lumpur, sampah, dan sedimentasi. ’’Setiap hari turun,’’ ujarnya.
Pengerjaan embung pun dilakukan secara mandiri. Awalnya, pemkot mencari tanah-tanah aset di kawasan yang rawan tergenang. Setelah ditemukan, DPUBMP turun mengerjakan pembuatan tampungan sementara itu.
Eko menjelaskan, embung dibangun dengan sederhana. Setelah dikeruk, dinding waduk itu dilapisi sesek agar air tidak merembes. Terkait penanggulan, pemkot mengangkut tanah dari lahan aset. Tanah tersebut dijadikan dinding pelindung air. ’’Cara itu berjalan optimal. Lebih baik berbuat daripada tidak sama sekali,’’ tegasnya.
Tahun depan DPUBMP sudah merancang langkah. Yakni, melanjutkan penggantian pompa air. Juga menormalisasi saluran.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=GpI6U_RuqRs&ab_channel=jawapostvofficial

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
