Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 23.48 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Rp 440 M buat Tangani Banjir

ANTISIPASI: Heri Agus Priatin, salah seorang petugas jaga rumah pompa di underpass bundaran Satelit, melakukan pemantauan rutin, Selasa (4/10). (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

ANTISIPASI: Heri Agus Priatin, salah seorang petugas jaga rumah pompa di underpass bundaran Satelit, melakukan pemantauan rutin, Selasa (4/10). (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemkot Surabaya punya anggaran Rp 440 miliar hingga akhir tahun ini untuk penanganan banjir kota. Anggaran tersebut difokuskan untuk peningkatan kapasitas pompa air hingga penanggulan sungai seperti di Kali Lamong.

Dana yang disiapkan tahun ini sebetulnya Rp 460 miliar. Tetapi, karena ada pandemi Covid-19, terjadi pergeseran anggaran.

Kabid Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Eko Yuli Prasetya mengungkapkan, pemotongan dana itu tidak berpengaruh. Sebab, program utama membendung air tetap berjalan. Sebagian besar dana dialolasikan untuk mengganti pompa air. ’’Kapasitas pompa air kami tingkatkan,” jelasnya.

Pompa air yang kapasitasnya 3 m³/detik diganti menjadi 5 m³/detik. Total ada 10 pompa baru yang didatangkan pemkot. Satu unit pompa dialolasikan sekitar Rp 5 miliar.

Selebihnya, anggaran digunakan untuk penanganan lain. Misalnya, normalisasi sungai, pemasangan box culvert, serta pengerukan boezem. Selain itu, penanggulan Kali Lamong. Panjangnya 2 km.

Eko membeberkan kunci penanganan potensi banjir pada musim hujan yang sebentar lagi datang. Mereka mengandalkan kemampuan peralatan dan sumber daya manusia (SDM). Misalnya, untuk normalisasi saluran, pemkot tidak melelang pekerjaan itu. Namun, menerjunkan seluruh alat berat. ’’Alat berat kami seluruhnya diturunkan untuk mengeruk sungai,’’ tegasnya.

Pembersihan box culvert dan saluran primer juga dikerjakan satgas pematusan. Jumlah personel yang dikerahkan mencapai 1.400 orang. Mereka turun membersihkan lumpur, sampah, dan sedimentasi. ’’Setiap hari turun,’’ ujarnya.

Pengerjaan embung pun dilakukan secara mandiri. Awalnya, pemkot mencari tanah-tanah aset di kawasan yang rawan tergenang. Setelah ditemukan, DPUBMP turun mengerjakan pembuatan tampungan sementara itu.

Eko menjelaskan, embung dibangun dengan sederhana. Setelah dikeruk, dinding waduk itu dilapisi sesek agar air tidak merembes. Terkait penanggulan, pemkot mengangkut tanah dari lahan aset. Tanah tersebut dijadikan dinding pelindung air. ’’Cara itu berjalan optimal. Lebih baik berbuat daripada tidak sama sekali,’’ tegasnya.

Tahun depan DPUBMP sudah merancang langkah. Yakni, melanjutkan penggantian pompa air. Juga menormalisasi saluran. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=GpI6U_RuqRs&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore