
Ilustrasi proyek perluasan Bozem di kawasan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan menyoroti rencana perluasan Bozem Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal.
Bozem itu disiapkan Pemkot Surabaya sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pengendalian banjir.
Proyek tersebut diproyeksikan bisa menambah kapasitas tampungan air hingga sekitar 181 ribu meter kubik.
Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah Surabaya Barat.
"Proyek pengendalian banjir ini rencananya menggabungkan dua bozem di sisi timur dan barat kawasan Simomulyo, sehingga mampu menampung air hingga 181.180 meter kubik air," ucap Eri, Minggu (8/3).
Permasalahan muncul karena rencana perluasan Bozem ini akan memanfaatkan lahan di bagian tengah yang merupakan aset Pemkot Surabaya, namun selama ini ditempati warga melalui skema Izin Pemakaian Tanah (IPT).
“Saat ini terdapat 106 IPT di lokasi tersebut. Dari jumlah itu, 32 sudah dicabut karena penelantaran tanah. Sementara dari sisa 74 IPT, sebanyak 60 masih berlaku dan 14 sudah tidak memiliki izin yang sah,” imbuhnya.
Meskipun lahan itu berstatus aset Pemkot Surabaya, Eri menegaskan proses penataan kawasan harus tetap mempertimbangkan kondisi warga yang sudah lama menetap, bahkan puluhan tahun tinggal di area tersebut.
“Kita tidak bisa hanya melihat jumlah warga yang terdampak (proyek perluasan Bozem di kawasan Simomulyo). Yang terpenting adalah memastikan hak mereka tetap terpenuhi dengan baik," tegas Eri Irawan.
Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan DPRD memiliki tanggung jawab mengawal pembangunan infrastruktur pengendali banjir, namun pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip keadilan sosial bagi warga terdampak.
Sementara Pemkot Surabaya hingga kini belum menemukan lahan alternatif lain yang memungkinkan digunakan untuk proyek perluasan bozem di kawasan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal.
Oleh karena itu, perluasan di lokasi menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk menambah kapasitas pengendalian banjir di wilayah hilir. Persoalan ini akan dibahas kembali di Komisi C DPRD Surabaya setelah Lebaran.
“Pekerjaan perluasan boezem ini kemungkinan belum dimulai tahun ini (2026) karena masih memerlukan proses pembebasan lahan IPT, untuk sidak (Komisi C) kemungkinan dilakukan setelah lebaran,” pungkas Eri Irawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
