
SILANG SENGKARUT: Arus lalu lintas di simpang empat Gedangan sering macet karena tingginya volume kendaraan. Pengendara juga tidak disipilin menaati lampu lalu lintas. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jembatan layang (flyover) Gedangan belum segera terwujud. Pembebasan lahan untuk proyek pemecah kemacetan itu batal dimulai pada 2019. Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim belum punya uang.
Pemkab tidak mampu mencukupi seluruh biaya pembebasan lahan yang mencapai Rp 300 miliar. Anggaran itu disampaikan dalam rapat koordinasi kemarin (23/7). Pertemuan tersebut mengundang perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Judi Tetrahastoto menjelaskan, pembebasan lahan dibebankan kepada Pemkab Sidoarjo.
Panjang lahan mencapai 477 meter. Membentang dari Jalan Muncul, Gedangan, hingga ke perbatasan Buduran. Setelah dihitung, kebutuhan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Masalahnya, Jalan Raya Gedangan berstatus jalan nasional. ’’Sehingga kami mengajukan bantuan ke pemerintah pusat,’’ paparnya.
Bagaimana solusinya? Pemerintah pusat membagi tugas. Pembangunan fisik jalan layang dikerjakan pemerintah pusat sendiri, sedangkan pembebasan lahan ditanggung Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim. ’’Persentasenya 30 persen ditanggung pemkab dan 70 persen pemprov,’’ ucapnya.
Photo
Artinya, lanjut Judi, Sidoarjo harus menyiapkan uang Rp 90 miliar dan Pemprov Jatim Rp 210 miliar. Namun, Sidoarjo tidak bisa menyediakan anggaran itu pada 2019. Sebab, pemkab sudah mengajukan perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD ke DPRD. ’’Mungkin tahun depan,’’ jelasnya.
Pemprov Jatim juga menyatakan tidak siap tahun ini. Belum ada alokasi anggaran. Kepala Sub Bidang Prasarana Perhubungan Bappeda Pemprov Jatim Ahmad Solehan berpendapat, pembebasan lahan seharusnya menjadi tanggungan daerah Sidoarjo. ’’Aturannya memang seperti itu,’’ tuturnya.
Namun, pemprov masih membuka peluang untuk memberikan bantuan. Bentuknya bantuan keuangan khusus (BKK). Kebijakan serupa pernah diberikan pemprov untuk pelebaran akses Pelabuhan Jangkar di Situbondo. Namun, nominalnya tidak sebesar kebutuhan flyover Gedangan. ’’Kami rapatkan internal dulu,’’ jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
