
KUOTA TERBATAS: Calon penumpang pesawat antre di pos rapid test antigen di Bandara Juanda, Senin (21/12). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemberlakuan wajib tes rapid antigen untuk penumpang pesawat membuat calon penumpang kebingungan. Hal tersebut terjadi di Bandara Juanda. Petugas tes rapid antigen yang disediakan di bandara pun kewalahan. Kondisi tersebut membuat banyak penumpang harus gigit jari karena tidak bisa ikut tes.
Salah seorang calon penumpang yang tidak kebagian kuota adalah Witono. Warga Lamongan tersebut harus pulang dengan tangan hampa. Rencana penerbangannya ke NTT ditunda. Sebab, kemarin dia belum mendapatkan surat negatif rapid antigen.
Syarat tersebut digunakan Witono untuk mendapatkan tiket terbang ke tempatnya bekerja. Rencananya, jika dia mendapat syarat tersebut kemarin, Witono terbang hari ini. ”Saya sudah tes rapid antibodi. Sayang, tes tersebut sudah tidak berlaku per hari ini,” ucapnya.
Karena itu, kemarin siang dia langsung ke Bandara Juanda. Alasannya, harga tes rapid antigen di Bandara Juanda murah. Sebab, di luar harganya mulai Rp 250 ribu. Sementara itu, di Bandara Juanda biayanya hanya Rp 170 ribu.
Sesampai di lokasi, Witono gigit jari. Sebab, kuota rapid antigen sudah habis. Dia tak sendirian, calon penumpang yang lain pun demikian. Mereka harus pulang karena tidak kebagian kuota. ”Mau gimana lagi,” katanya.
Fasilitas rapid antigen di Bandara Juanda dibuka dari pagi. Bahkan, sejak pukul 04.00. Atau, sebelum jadwal penerbangan pertama. Stakeholder Relation Manager Yuristo Ardhi H. menuturkan bahwa memang ada kenaikan pelayanan daripada sebelumnya. Jika pada hari normal pihaknya melayani 400–500 orang, jelang Nataru ini naik 600–700 orang per hari. ”Kenaikan terjadi hingga dua kali lipat,” ucapnya kemarin.
Baca Juga: Jokowi Reshuffle Kabinet: Risma Jadi Mensos, Sandiaga Uno Menparekraf
Menurut Yuris, naiknya pengunjung yang rapid antigen itu terjadi mulai kemarin. Yakni, sejak berlakunya syarat terbang wajib menjalani tes rapid antigen. Guna mengatasi hal tersebut, pihaknya langsung melakukan evaluasi. Salah satunya, terkait penambahan pelayanan tes rapid antigen. ”Petugas di lapangan juga ditambahkan sehingga bisa mengurangi dan mencegah kerumunan calon penumpang yang mengantre,” paparnya. Evaluasi tempat juga bakal dilakukan. Harapannya, bisa menampung ketika terjadi lonjakan yang membeludak.
Kerena itu, tes rapid antigen kemarin difokuskan kepada penumpang yang keberangkatannya sudah mepet. Yuris menambahkan, terkait dengan adanya perubahan syarat terbang, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan para stakeholder. Termasuk mem-publish di media sosial Bandara Juanda.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=MZd7zLVqsqE

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
