
Photo
JawaPos.com – KPU Surabaya berupaya mengurangi kerumunan dalam setiap tahapan pilwali. Termasuk saat penetapan pasangan calon besok (23/9), mereka tidak akan mengundang dua bakal pasangan calon (bapaslon). Tapi, berbeda halnya saat pengundian nomor urut pada Kamis (24/9).
Komisioner KPU Surabaya Soeprayitno menjelaskan, pada saat penetapan tersebut, tidak ada kewajiban untuk mengundang paslon. Meskipun penetapan itu salah satu tahapan krusial dalam pilwali. Berita acara penetapan tersebut diserahkan kepada pasangan calon dan partai pengusung. Tapi, tidak ada ketentuan harus menghadirkan mereka di tempat yang sama.
”Penetapan paslon adalah agenda internal KPU. Karena ini kan hanya penetapan,” jelas Nano, sapaan akrab Soeprayitno, kemarin (21/9).
Sebelumnya, dalam rapat pertengahan September, salah satu yang diwaspadai bisa menimbulkan kerumunan adalah penetapan pasangan calon. Sebab, bisa jadi bapaslon akan membawa massa. Berpotensi terjadi kerumunan yang tak sesuai dengan protokol kesehatan jaga jarak.
Lebih lanjut, Nano menjelaskan bahwa pada pengundian nomor urut Kamis (24/9), bapaslon akan diundang dan wajib hadir. Sebab, mereka harus memilih nomor urut yang menjadi tetenger pada alat peraga kampanye hingga di surat suara. ”Saat undian nomor urut akan diundang,” imbuh mantan wartawan itu. Dia berharap tak ada pengerahan massa pada saat pengundian nomor urut tersebut.
Ketua Bawaslu Surabaya M. Agil Akbar menyampaikan, pihaknya telah bersurat ke semua partai pendukung agar menaati protokol kesehatan selama pilwali. Khususnya saat pengundian nomor urut. Bawaslu meminta adanya pembatasan jumlah orang yang hadir. ”Kami minta nanti paslon tidak perlu libatkan massa pendukung ke lokasi (pengundian nomor urut, Red),” tegas Agil.
Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto menjelaskan, penetapan dan pengundian nomor urut paslon jadi perhatian mereka. Pemkot memberikan saran agar KPU segera berkoordinasi dengan partai pengusung dan pendukung soal pengerahan massa. ”Di dalam ruangan jangan terlalu sesak. Maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan,” jelasnya.
Ventilasi atau aliran udara juga diperhatikan. Pemkot berharap KPU memakai ruangan yang terbuka sehingga sirkulasi udara lancar. Irvan meminta KPU segera membuat semacam pakta integritas dengan bapaslon dan partai politik untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan.
Kasatpol PP Eddy Christijanto menyampaikan usulan agar KPU memanfaatkan teknologi saat pengundian nomor urut. ”Memakai virtual,” jelasnya. Kampanye menjadi perhatian pihaknya. Dia meminta tahapan itu berjalan di ruang terbuka. ”Tidak di dalam ruangan,” ucapnya.
IMBAUAN BAWASLU SAAT PENETAPAN DAN PENGUNDIAN NOMOR URUT PASLON:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022