alexametrics

Diskusikan Integrasi Pembangunan, Eri, Yani, dan Muhdlor Satu Meja

22 Februari 2021, 09:30:02 WIB

JawaPos.com – Pembangunan wilayah Surabaya Raya akan mendapat perhatian penuh dari para pemangku kebijakan. Minggu (21/2) tiga kepala daerah terpilih duduk satu meja untuk mendiskusikan problem dan solusi yang bisa dijalankan bersama. Salah satunya, mengintegrasikan wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Tiga kepala daerah terpilih itu adalah wali kota terpilih Surabaya Eri Cahyadi, bupati terpilih Sidoarjo Ahmad Muhdlor, dan bupati terpilih Gresik Fandi Akhmad Yani. Tiga pemimpin tersebut berdiskusi selama dua jam untuk membahas banyak hal.

”Kami berbicara menyamakan frekuensi sambil saling bercanda, casual meeting lah. Ini penting karena sesungguhnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik saling berhubungan, relasinya sangat dekat, terutama mobilitas warganya yang saling terkoneksi. Semoga pertemuan ini membawa barokah,” ujar Eri.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengatakan, ada lima hal yang menjadi poin utama pembahasan. Yakni, penanganan pandemi Covid-19, manajemen transportasi terpadu, manajemen sungai terpadu, pengembangan knowledge management untuk meningkatkan kualitas inovasi antardaerah, serta pembangunan infrastruktur jalan.

Eri mencontohkan penanganan pandemi antarwilayah. Menurut dia, kebijakan antara Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo harus saling bersinergi. Saling mendukung. ”Selain aspek pencegahan, untuk tracing semestinya bisa saling dukung jika memang pasiennya punya mobilitas di antara daerah-daerah ini,” terangnya.

Sementara itu, Muhdlor menilai keterpaduan program antardaerah sangat penting. Misalnya, terkait manajemen transportasi terpadu. ”Kami bahas beberapa skema. Tentu kami akan konsultasikan ke Pemprov Jatim dan pemerintah pusat,” katanya.

Muhdlor mengungkapkan, ketiga daerah juga sepakat membangun sistem knowledge management yang memungkinkan adanya replikasi inovasi antardaerah. ”Dengan knowledge management, ide dan gagasan inovatif antardaerah bisa saling diakses,” tuturnya.

Baca Juga: Terdakwa Penerima Salah Transfer Bank Mengira Rp 51 Juta Uang Fee

Dalam pertemuan tersebut, Muhdlor mengatakan juga membahas program bersama yang bisa berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi di daerah masing-masing. Misalnya, pemberdayaan UMKM, masalah ketenagakerjaan, dan masalah di sektor industri.

Soal integrasi program, Yani mencontohkan pentingnya integrasi antardaerah. Misalnya, manajemen penanganan banjir. Di Gresik, banjir Kali Lamong menjadi problem klasik yang belum terselesaikan. Penanganan banjir Kali Lamong harus terintegrasi secara kelembagaan. ”Karena secara kewilayahan, pengaturan sungai dan sistem pengendali banjir Kali Lamong tersebar di Gresik, Mojokerto, dan Surabaya,” kata Yani.

Selain itu, integrasi pembangunan infrastruktur jalan perlu dilakukan. Saat ini Pemkot Surabaya merampungkan pembangunan jalur lingkar luar barat (JLLB). Jalan tersebut bakal terhubung dengan tol Surabaya–Gresik, Teluk Lamong, hingga kawasan Menganti, Gresik.

Baca Juga: 30 Lagu Diaransemen Ulang, Rhoma Irama Gugat Rp 1 Miliar

Demikian pula perlunya jalan baru Surabaya–Gresik, termasuk membikin jembatan yang membuka akses anyar antardaerah tersebut. ”Jika nanti semuanya terpadu, saya yakin poros Surabaya Raya semakin tertata, modern, hijau, dan berkelanjutan,” jelas mantan ketua DPRD Kabupaten Gresik itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c7/git




Close Ads