
Video viral dugaan premanisme yang dilakukan ormas terhadap pemilik ruko di Ngagel, Surabaya. (Instagram @surabayaview.id)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendukung langkah pemilik ruko di kawasan Ngagel Rejo usai mendapat perlakuan intimidasi dan penyerobotan oleh oknum ormas Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM).
Kasus tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Eri meminta korban, Bagus Indra untuk tidak takut melaporkan dan menyerahkan mekanisme penyelesaian kepada aparat penegak hukum.
“Jangan menggunakan kekerasan. Indonesia ini negara hukum. Jadi jangan mau menang sendiri dan jangan pakai premanisme. Selesaikan lewat hukum karena kalau begini, rusak persaudaraan di Surabaya," tuturnya, Senin (27/7).
Baca Juga:INDEF: Libur Sekolah dan Berhentinya MBG Tak Banyak Redam Inflasi Pangan, Pasokan Masih Jadi Penentu
Kasus ini bermula saat Bagus membeli aset ruko di Jalan Krukah Utara No 34, Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, secara sah melalui lelang resmi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dari Bank BRI.
Namun, pihak pemilik lama diduga tidak terima dan mendatangkan sekelompok orang, yakni oknum anggota ormas BNPM untuk menguasai serta merusak bangunan tersebut secara sepihak.
Dalam rekaman CCTV yang viral di media sosial, terlihat seorang laki-laki pemilik ruko bernama Bagus Indra, tengah membersihkan bangunan yang sudah lama tak ditempati pada Rabu, 22 Juli 2026.
Tak lama kemudian, sekelompok orang datang secara bergerombol dan memaksa masuk ke area ruko sambil mengaku sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM).
Terjadi aksi saling dorong di pintu pagar ketika pemilik ruko berusaha menahan sekelompok ormas tersebut agar tidak masuk. Namun, jumlah massa yang lebih banyak membuat pagar akhirnya terbuka.
Akibat insiden tersebut, pemilik ruko mengalami sejumlah luka. Eri Cahyadi meminta korban untuk segera melapor ke kepolisian agar dugaan tindak kekerasan (premanisme) dapat diproses sesuai hukum secara transparan.
“Yang diambil paksa kemarin, saya minta lapornya langsung ke polisi, bukan ke Pak Wali. Biar proses hukumnya berjalan. Laporan ke kepolisian sudah masuk dan saat ini kepolisian sudah memprosesnya," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022