Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2020 | 00.17 WIB

PDAM Surabaya Butuh Rp 2 Triliun untuk Perbaiki Pipa Tua

BIAR MAKIN AMAN: Petugas PDAM M. Yusuf memastikan disinfektan masuk ke pipa utama. (Frizal/Jawa Pos) - Image

BIAR MAKIN AMAN: Petugas PDAM M. Yusuf memastikan disinfektan masuk ke pipa utama. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Program pipanisasi oleh PDAM Surya Sembada memang masih terus berjalan. Namun, terbatasnya anggaran membuat pengerjaan belum bisa maksimal. Sebab, masih banyak pipa tua yang dioperasikan. Kemampuan PDAM untuk memperbaiki hanya 50 kilometer.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Mujiaman Sukirno menilai sejatinya sudah ada progres dalam perbaikan dan penggantian pipa tua. Sebab, sejak dulu sampai 2017, hanya 10 kilometer pipa tua yang diperbaiki. ’’Saya baru menjabat pada 2017,’’ ungkapnya Senin (20/7).

Nah, mulai 2018, perbaikan dan penggantian pipa tua ditingkatkan lima kali lipat. Dari 10 kilometer menjadi 50 kilometer. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 250 miliar–Rp 300 miliar. Artinya, dalam dua tahun terakhir, ada 100 kilometer pipa tua yang diperbaiki dan diganti.

Masalahnya, panjang pipa PDAM di seluruh Kota Pahlawan mencapai 6.000 kilometer. Jika kemampuan perbaikan hanya 50 kilometer, pembaruan pipa baru bisa diselesaikan dalam waktu 120 tahun. ’’Idealnya setahun bisa memperbaiki 150 kilometer. Itu pun baru bisa selesai 40 tahun,’’ kata Mujiaman.

Berdasar data di PDAM Surya Sembada, ada 400 kilometer pipa yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Menurut Mujiaman, itulah yang seharusnya menjadi prioritas. Jika perbaikan dan penggantian pipa tua bisa diselesaikan dalam setahun, kemungkinan terjadinya pipa bocor akan sangat kecil.

Persoalannya, anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa sepanjang itu cukup besar. Nilainya mencapai Rp 2 triliun. Anggaran yang dimiliki PDAM Surya Sembada tidak mencukupi. Karena itu, tidak ada garansi bahwa tidak ada pipa tua yang bakal bocor lagi.

Mujiaman sudah pernah mengajukan bantuan kepada pihak ketiga maupun pemerintah. Namun, belum ada satu pun yang tembus. Bantuan dari pihak ketiga berupa kerja sama belum mencapai kata sepakat. Bantuan dari APBD maupun APBN dalam bentuk hibah juga belum disetujui.

Menurut Mujiaman, sumber anggaran selain bantuan hibah dan kerja sama adalah utang. Namun, pihaknya masih berhitung terkait dengan kekuatan anggaran yang dimiliki PDAM. ’’Sampean tahu sendiri toh, utang ya harus dibayar,’’ tegasnya.

Mujiaman mengakui, anggaran yang tersedia saat ini memang terbatas. Dana yang ada masih harus dibagi dengan pembangunan reservoir. Sebab, tahun ini ada satu reservoir besar berkapasitas 1.000 meter kubik yang sedang dibangun di daerah Alasmalang. Selain itu, ada dua reservoir kecil yang tengah direncanakan. Tahun depan PDAM Surya Sembada berencana membangun reservoir di daerah Rungkut dan Kalijudan. ’’Karena tidak mungkin dibangun tahun ini. Prioritas kami sekarang adalah membangun reservoir di Alasmalang untuk menampung air dari Umbulan,’’ paparnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menilai bantuan anggaran bisa dibicarakan bersama pihak legislatif saat hearing untuk dicarikan jalan keluarnya. Sebab, air adalah kebutuhan yang cukup vital bagi masyarakat. Karena itu, pelayanan yang diberikan juga harus bagus dan terus ditingkatkan. ’’Demi kebaikan masyarakat, jangan pakai hitung-hitungan. Jadi, bagaimana solusinya, ayo kita bicarakan bersama pihak-pihak terkait di komisi,’’ tuturnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=_EqvJizX-EU

https://www.youtube.com/watch?v=zNnE8tK0pV4

https://www.youtube.com/watch?v=2Pk4FTOWtPQ

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore