
MENYIMPANG: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (tengah) merilis dua pelaku pelecehan seksual kemarin. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
JawaPos.com – Polda Jatim membekuk dua anggota komunitas Ikatan Gay Tulungagung (Igata). Mereka adalah Hasan dan Hendri Mufida. Keduanya ditangkap setelah tim penyidik menerima laporan dari korban yang masih di bawah umur.
”Tiga orang anak menjadi korban pelecehan seksual dari komunitas ini. Tangkapan terkait dengan Igata bukan kali pertama. Tangkapan ini hasil pengembangan dari tangkapan sebelumnya dan laporan dari korban,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kedua pelaku kemarin.
Menurut dia, pelaku utamanya adalah Hasan. Maklum, di Igata, Hasan menjadi ketua. Dia berprofesi pengelola warung kopi. Namun, warung kopi itu dijadikan sarang pelaku untuk membujuk korban-korbannya.
”Kami masih memburu anggota lainnya. Karena ini sangat meresahkan. Apalagi, anak-anak jadi korbannya,” imbuh Luki. Sementara itu, peran Hendra hanyalah seorang mantan anggota. Namun, dia juga telah mencabuli korban anak di bawah umur.
Maka dari itu, berdasar laporan korban, tim mencari pelaku. Hasilnya, Hendra ditangkap. Mereka, lanjut Luki, menggunakan media sosial untuk merekrut anggota dan berkomunikasi dengan calon korban.
Di sisi lain, pada rilis kemarin, tampak juga Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Dia mengimbau masyarakat dan para orang tua agar mengawasi anak-anak mereka dari predator anak. Alasannya, ada modus baru yang sekarang digunakan komunitas gay dalam mencari korban anak-anak.
”Saya kecam tindakan itu. Komnas Anak menentang keras LGBT yang melibatkan anak-anaknya,” terang dia.
Selain itu, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Lintar Mahardhono mengungkapkan, penyidik bakal memanggil saksi lainnya. Salah satunya, saksi yang berprofesi notaris. Alasannya, komunitas Igata tersebut legal. Ada akta dalam pendiriannya. ”Kami dalami lagi mengenai hal itu,” jelasnya.
Dia hanya menjelaskan, selama mengungkap Igata, polda telah menerima 14 laporan. Pertama, 11 korban lebih dulu teridentifikasi sebagai korban Hasan. Sementara itu, 3 orang lainnya merupakan korban dari Hendra.
”Korban sulit ditemukan karena ini fenomena gunung es. Mereka (korban, Red) takut melaporkan karena malu, tapi kami prediksi banyak korbannya. Sebab, sudah dua tahun organisasi tersebut berdiri,” jelasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
