Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2020 | 01.21 WIB

Armuji Deklarasi Jadi Bacawawali, Gandeng Eri Cahyadi sebagai Cawali

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Mantan Ketua DPRD Surabaya Armuji tak lagi sembunyi-sembunyi soal keinginannya menggandeng Eri Cahyadi dalam pilwali Surabaya tahun ini. Foto dia bersama kepala Bappeko Surabaya itu terpasang sebagai latar belakang panggung dalam acara sosialisasi pilwali bersama 1.500 kader ibu pemantau jentik (bumantik) di Gedung Wanita Kalibokor kemarin.

Bukan kali ini saja keduanya berada dalam satu spanduk. Foto keduanya juga beberapa kali terpasang di berbagai sudut kota. Armuji maupun Eri sama-sama mengaku tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu.

Namun, kali ini Armuji mau mengaku. Dia berniat maju bersama Eri dan yakin rekomendasi PDIP akan turun kepada Eri. Dalam spanduk yang terpasang kemarin, Armuji menyematkan sejumlah slogan. Di antaranya, ”Mas Er1 Birokrat Berpengalaman, Cak J1 Politikus Kerakyatan. Penerus Bu Risma Rek!!”

Armuji yang mendaftar bakal calon wakil wali kota (bacawali) lewat PDIP menilai Eri adalah orang kepercayaan Risma. Apalagi jabatan sebagai kepala dinas mirip dengan Risma. Sama-sama pernah jadi kepala dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) serta bappeko. ”Simpel saja. Kalau mau melanjutkan pekerjaan Bu Risma, ya orangnya harus Mas Eri. Otaknya perencanaan pembangunan kan ada di bappeko,” kata Armuji seusai acara.

Banyak yang mempermasalahkan spanduk yang dia pasang. Sebab, secara aturan, aparatur sipil negara (ASN) harus netral menjelang pilwali. Kalaupun ingin maju dalam kontestasi, yang bersangkutan harus mundur dari jabatannya.

Armuji menerangkan, tidak ada pelanggaran atas pemasangan spanduk tersebut. Sebab, itu adalah inisiatifnya. Eri juga tidak hadir dalam acara tersebut. ”Kalau mau dipermasalahkan, soal apane? Kecuali dia hadir, terus kampanye,” jelasnya.

Pria yang kini menjadi anggota DPRD Jatim itu memprediksi bahwa Eri bakal menampik kabar majunya sebagai wali kota. Sebab, secara etika birokrat, hal tersebut tidak diperkenankan. ”Tapi, kalau nanti rekom ada di Mas Eri, dia harus siap melanjutkan kerja Bu Risma,” kata anggota DPRD Surabaya 1999–2019 itu.

Rekomendasi PDIP untuk pilwali Surabaya belum jelas. Biasanya, PDIP mengumumkan nama kandidatnya mendekati masa pendaftaran calon. Oleh karena itu, Armuji menegaskan bahwa acara sosialisasi pilwali tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan rekomendasi.

Dia menyerahkan seluruh keputusan kepada DPP PDIP. Para pengurus pusat sedang menyurvei siapa yang punya elektabilitas tinggi untuk diusung. ”Biar Bu Mega yang menentukan. Apa pun keputusannya, kader harus manut. Jadi, acaraku tadi tidak ada hubungannya dengan rekom,” lanjutnya.

Sementara itu, Eri tampak berada di posisi sulit ketika dikonfirmasi soal tersebut. Jawabannya sama dengan jawaban beberapa waktu lalu. Yakni, ingin fokus menjalankan pekerjaan sebagai kepala bappeko. ”Daftar ae ora, wong awak dewe iki ASN. Lapo kok awak dewe selalu ditarik, dikatut-katutke (Daftar saja enggak karena berstatus ASN. Kok selalu diikut-ikutkan, Red),” ujarnya. Sejauh ini, Eri memang belum pernah mendaftar di parpol mana pun.

Meski menampik kabar itu, spanduk dukungan kepada Eri untuk maju pilwali bermunculan. Reklame-reklame tersebut dipasang tanpa foto Armuji. Eri sering ditanya soal spanduk-spanduk itu. Namun, dia menjawab dengan hal yang sama. Pada intinya, dia tidak tahu siapa yang memasang baliho dukungan tersebut. ”Saya kalau ditanya juga bingung jawabnya. Saya tidak tahu siapa yang memasang, tapi pasti juga banyak yang tak percaya. Wis fokus kerjo disik,” jawabnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore