Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 November 2020 | 17.48 WIB

Bu Risma Minta Seluruh OPD Turun Tangan Tangkal Covid-19

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com − Meski melandai, virus korona belum sepenuhnya hilang di Surabaya. Covid-19 harus terus dipelototi. Sebab, ia bisa jadi tiba-tiba kembali mengamuk jika warga tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Pemkot tak ingin gelombang kedua (second wave) persebaran virus korona kembali menghampiri. Dampaknya, Surabaya yang sudah membaik bisa kembali merah karena tingginya angka warga yang terpapar virus mematikan itu.

Sebagai langkah antisipasi, pemkot mengeluarkan kebijakan anyar. Wujudnya imbauan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Seluruh OPD diminta tetap menabuh genderang perang. Mereka harus ikut menangkal persebaran Covid-19.

Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto menjelaskan, dua hari lalu seluruh dinas mendapatkan pengarahan dari wali kota. Isinya, pemimpin perempuan itu tidak ingin OPD lengah. ”Konsentrasi tetap melawan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Kondisi Surabaya memang berangsur membaik. Dari data yang dihimpun pemkot, jumlah kelurahan nol korona terus bertambah. Saat ini totalnya mencapai 116 wilayah.

Bukti lain terlihat dari jumlah pasien korona. Warga yang dirawat terus berkurang. Saat ini jumlahnya 49 orang.

Irvan menjelaskan, kondisi metropolis yang sudah membaik harus dipertahankan. Bahkan virus korona terus ditekan. ”Bu Wali meminta kewaspadaan ditingkatkan. Menangkal korona,” jelasnya.

Lantas, apa solusi untuk meredam korona? Pemkot meminta seluruh dinas bergerak. Bukan hanya satgas penanganan Covid-19 yang turun tangan. Namun, seluruh OPD juga diminta menangkal virus asal Tiongkok itu.

Pemkot sudah menentukan cara. Petunjuk teknis OPD menangkal korona. Yakni, dengan menggelar penindakan protokol kesehatan (prokes). ”Sesuai dengan ranah kerja serta tupoksi masing-masing,” papar Irvan.

Mantan Kasatpol PP itu mencontohkan dinas perdagangan. OPD itu diminta turun ke pusat perbelanjaan serta toko swalayan untuk menggelar penindakan prokes.

Pasar juga menjadi sasaran. Tugas itu menjadi tanggung jawab bagian perekonomian serta Perusahaan Daerah (PD) Pasar. ”Sebanyak 23 pasar harus menggelar razia prokes,” tegasnya.

Selain itu, Swab Hunter terus bergerak. Tim yang dinakhodai camat tersebut turun hingga ke perkampungan dan tempat keramaian. Melakukan tes swab masal.

Menurut Irvan, tugas menjaga kondisi Surabaya harus dilakukan bersama-sama. Seluruh OPD kompak bergerak. Dia juga mengimbau warga disiplin. ”Karena kunci penanganan korona kedisiplinan,” papar kepala BPB linmas itu.

Pemkot tidak hanya berfokus untuk meredam virus korona. Tugas berat lain sudah menunggu. Yaitu, antisipasi bencana pada musim hujan. Juga menangkal penyakit yang timbul.

Sebagai bentuk persiapan, kemarin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengadakan pertemuan daring dengan seluruh kader bumantik di Kota Pahlawan. Dalam rapat virtual itu, Risma memberikan petuah.

Menurut Risma, musim hujan harus menjadi perhatian. Sebab, sejumlah penyakit bisa timbul. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD).

Peran bumantik sangat penting. Kader itu memiliki tugas berat. Yaitu, memastikan lingkungan bebas jentik nyamuk. Juga membasmi nyamuk Aedes aegypti si pembawa penyakit DBD.

Baca Juga: Debat Pilwali: Erji Gagas Akademi Surabaya, Maju Bangun Big Data

Menurut Risma, peran bumantik di Surabaya sudah terbukti. Tahun lalu jumlah kasus DBD mampu ditekan. Tercatat hanya ada 39 kasus. ”Saya sangat berterima kasih kepada panjenengan (bumantik),” jelasnya.

Nah, dia meminta kerja keras itu tetap berlanjut. Kasus DBD harus terus ditekan agar tidak bertambah banyak. Juga tidak menjadi kejadian luar biasa (KLB). ”Mari kita bergandengan tangan melawan DBD,” ucapnya.

Tidak hanya mengantisipasi munculnya DBD, Risma juga meminta dua kegiatan lain terus berjalan. Yakni, imunisasi bagi anak serta permakanan lansia. Kebutuhan kader bakal dicukupi. Misalnya, baju hazmat. Tujuannya memberikan rasa aman bagi kader ketika turun ke lapangan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=uGE9hQc60uI

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore