JawaPos.com - Debat kedua calon wali kota dan wakil wali kota dengan tema Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya berlangsung tadi malam, Rabu (18/11). Pada segmen pertama, mereka saling menyampaikan program dan visi-misi soal pelayanan dan kesejahteraan publik.
Pasangan Eri Cahyadi-Armudji (Erji) yang diberi waktu lebih dulu membeberkan seluruh program kerjanya. Eri menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk sebuah lembaga bernama Akademi Surabaya. Menurut dia, itu akan menjadi wadah bagi warga Surabaya yang mencari pekerjaan untuk diberi keterampilan dengan bersertifikat. ”Kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menciptakan tenaga kerja yang hebat di Kota Surabaya,” papar Eri.
Program lainnya, Eri Cahyadi berjanji mempermudah investasi masuk ke Surabaya. Namun, syaratnya adalah investasi harus ikut dirasakan manfaatnya oleh warga Surabaya. Yaitu, dengan cara 40 persen karyawan yang bekerja adalah warga Surabaya. Selain itu, paslon nomor 1 itu berkomitmen untuk tetap melatih dan mendampingi UMKM. Caranya adalah dengan aktif memasarkan produk UMKM Surabaya.
Pihaknya akan melakukan digitalisasi pelayanan publik. ”Semua akan berbasis media elektronik. Tidak ada lagi manual,” ujar Eri. Dalam pelayanan publik, sambung dia, semua layanan harus berhenti dan selesai sampai di tingkat kelurahan. Sebab, kelurahan adalah ujung tombak dari pemerintah
Kota Surabaya.
Kepada kelompok lansia, pihaknya berjanji membuat gebrakan dengan mengadakan kunjungan dokter ke rumah-rumah lansia. Mereka juga menjanjikan fasilitas berupa listrik dan air gratis.
Sementara itu, paslon
Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) yang menyampaikan paparan visi-misi langsung memberi pernyataan menohok dengan menyoroti kasus Yaidah. Warga Lidah Wetan tersebut sampai nekat mengurus akta kematian anaknya ke Jakarta. Dia juga menyebut kasus warga miskin di Kejawen Lor, Kenjeran, yang disebutnya tidak pernah mendapat bantuan selama 30 tahun. ”Ini menunjukkan masih banyak ditemukan layanan publik yang diskriminatif,” kata Machfud Arifin.
Mantan Kapolda Jatim itu juga menyorot sejumlah hal yang perlu dibenahi. Misalnya, pengangguran terbuka di Surabaya yang disebut lebih dari 150 orang. Selain itu, dari 26 ribu UMKM, hanya 4 ribu yang dibina. Dia juga menyebut jumlah warga miskin yang kini mencapai 817 ribu orang. Di samping itu,
Machfud mengkritik data kemiskinan yang dinilai belum terintegrasi dengan baik antara Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim, dan pemerintah pusat. ”Oleh karena itu, kami bertekad akan membangun data center dan pengelolaan big data yang terintegrasi,” tegas Machfud.
Selain itu, dia berjanji menciptakan 100 ribu lapangan kerja baru. Stimulus
UMKM senilai Rp 50 miliar. Juga ada pembangunan berbasis RT Rp 150 juta. Pemberian BLT Rp 1 juta per kepala keluarga (KK).
Pada segmen kedua, kedua paslon menjawab pertanyaan panelis. Terkait pemberdayaan lansia, cawawali
Armudji mengaku sudah menyiapkan program dokter keliling. Para dokter akan memberikan konseling secara rutin untuk memantau kondisi serta riwayat penyakit para lansia. Selain itu, para lansia akan diberi gelang khusus yang berfungsi untuk mendeteksi kondisi kesehatan mereka secara periodik.
Eri menambahkan, pihaknya menyiapkan kegiatan posyandu lansia. Permakanan untuk warga berusia lanjut juga akan ditingkatkan. ”Karena tahun 2020 ini jumlah lansia tentu semakin bertambah. Kesejahteraan mereka akan dijamin. Air dan
listrik bagi para lansia juga akan digratiskan,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Machfud kembali menceritakan fakta-fakta di lapangan ketika dirinya berkeliling ke kampung-kampung. Di dekat
Terminal Joyoboyo salah satunya. Di tempat tersebut masih banyak orang tua yang tidak terurus. Mereka bahkan tidak punya tempat tinggal yang layak.
Mujiaman menambahkan fakta yang ditemui di daerah Pegirian di kawasan
Ampel. Banyak yang belum tersentuh bantuan pemerintah. ”Karena itu, kita ingin memastikan database warga akan berangkat dari kampung. Dan pembangunan, baik fisik maupun SDM (sumber daya manusia), juga akan berangkat dari kampung. Kita pastikan semua orang tua akan terlayani oleh pemerintah,” terangnya.
Untuk bidang perdagangan dan jasa, panelis menyinggung pemberdayaan nelayan dan petani yang dirasa masih kurang. Menjawab hal tersebut, Mujiaman menyebut bahwa perekonomian di
Surabaya paling besar ditopang oleh sektor perdagangan, jasa, dan perindustrian. ”Berdasarkan data statistik, tiga sektor itu yang paling besar,” ucapnya.
Meski demikian, dia mengaku sudah menyiapkan program pemberdayaan, khususnya bagi para nelayan. Di sektor
pertanian, Machfud mengaku sudah menyiapkan konsep urban farming dengan teknik hidroponik bagi warga Kota Pahlawan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ofgB8fuv-kY