Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Februari 2022 | 14.42 WIB

Diprediksi Puncak Omicron di Surabaya 20 Hari Lagi

India - Image

India

Penularan kasus aktif Covid-19 di Surabaya masih cukup tinggi. Bahkan, kasus harian terus naik. Bagaimana sesungguhnya kondisi Kota Surabaya saat ini? Berikut wawancara Jawa Pos dengan epidemiolog Univeristas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo.

---

Bagaimana kondisi persebaran virus korona di Surabaya saat ini?

Kasus aktif Covid-19, khususnya varian Omicron, di Surabaya masih mengalami tren kenaikan. Dari 4.857 kasus aktif hari ini (kemarin, Red), 95 persen kasus Omicron. Ini berbeda dengan Jakarta yang sudah mencapai puncak kasus dan saat ini cenderung mulai menurun.

Dengan banyaknya kasus aktif, apakah varian Omicron di Surabaya sudah memuncak?

Kasus varian Omicron di Surabaya masih sangat tinggi. Belum ada tanda-tanda mencapai puncaknya. Secara teori, varian ini cepat sekali menular dengan durasi sekitar 60–65 hari. Sehingga kami prediksi kasus ini akan mencapai puncak maksimum 20 hari lagi.

Kalkulasinya bagaimana?

Hitungan 60–65 hari ini dihitung sejak kali pertama Omicron muncul berdasar hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). Itu menunjukkan bahwa kasus pertama Omicron di Surabaya keluar tanggal 31 Desember 2021. Meski hasilnya keluar tanggal itu, yang bersangkutan tertular mungkin tujuh hari sebelumnya.

Bagaimana kondisi BOR saat ini?

BOR Surabaya saat ini 31 persen. Masih cukup aman. Masih berada di bawah lampu kuning yang ditetapkan WHO 60 persen. Itu pun dari 31 persen pasien rawat inap, separonya diisi oleh kasus dengan tanpa gejala dan gejala ringan.

Seharusnya, bagaimana?

Seharusnya, mereka tidak dirawat inap di rumah sakit. Cukup melakukan isolasi mandiri di rumah jika memenuhi syarat atau di isoter (isolasi terpadu). Kan pemkot sudah menyiapkan lokasi isoter yang memadai. Itu bisa dimanfaatkan. Atau jika tidak mau di isoter, bisa karantina berbayar di hotel. Sebab, bertambahnya orang yang dirawat inap akan memengaruhi asesmen situasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan. Banyaknya pasien yang rawat inap di rumah sakit saat ini menjadi salah satu pertimbangan sehingga Surabaya masuk ke PPKM level 3.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore