Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Desember 2020 | 22.15 WIB

Keruk Kali Lamong, Pemkot Surabaya Siagakan 11 Alat Berat

SIAGA BANJIR: Alat berat mengeruk tanah di pinggir Kali Lamong. Alat berat disiapkan untuk mengantisipasi banjir. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

SIAGA BANJIR: Alat berat mengeruk tanah di pinggir Kali Lamong. Alat berat disiapkan untuk mengantisipasi banjir. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Banjir dari luapan Kali Lamong mulai mengancam seiring dengan meningkatnya curah hujan. Tidak terkecuali di kawasan Surabaya Barat. Di sana ada beberapa titik yang kerap dilanda banjir dari luapan Kali Lamong. Di antaranya, Benowo, Raci, Sumberejo, Jurang Kuping, dan Tambakdono.

Pemkot Surabaya pun sudah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya, menyiagakan 11 alat berat di sepanjang titik yang rawan banjir.

Alat berat tersebut dipakai untuk meninggikan tanggul sekaligus mengeruk bagian sungai yang dangkal. Tujuannya, debit air yang tertampung bisa lebih banyak sehingga aliran air Kali Lamong tidak mudah meluap.

’’Memang kami sudah mengantisipasi. Sebelum musim hujan, alat berat stand by di sana,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati, Minggu (13/12).

Berbagai upaya sudah dilakukan pemkot untuk mencegah timbulnya luapan air di wilayah yang rawan dilanda banjir Kali Lamong. Salah satunya, meninggikan tanggul sepanjang 6 kilometer.

Selain itu, melakukan betonisasi untuk memperkuat dinding sungai. Proyek tersebut dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Proyek itu dilanjutkan lagi tahun depan dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar.

Erna optimistis pekerjaan tersebut berjalan lancar. Sebab, BBWS Bengawan Solo, kata dia, tinggal melanjutkan pekerjaan konstruksi. Status tanah sudah klir. ’’Kalau tanggul konvensional kan dikhawatirkan tidak kuat menahan luberan air. Nah, nanti diperkuat dengan dinding beton ini,’’ imbuh Erna.

Baca Juga: Coblosan Ulang di TPS 046 Kedurus: DPT 452, Yang Mencoblos Hanya 131

Dia menjelaskan, revitalisasi Kali Lamong memang menjadi perhatian pemerintah pusat. Itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, kawasan Bromo– Tengger–Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis.

Proyek tersebut dikerjakan bertahap sejak 2017 dan sempat terhenti pada 2019. Proyeknya baru dilanjutkan tahun ini dengan panjang 216 meter di wilayah Kelurahan Sumberejo. Dengan demikian, jelas Fery, masih tersisa sekitar 10 kilometer.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=v-aV3m6Cko8

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore