
SIAGA BANJIR: Alat berat mengeruk tanah di pinggir Kali Lamong. Alat berat disiapkan untuk mengantisipasi banjir. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Banjir dari luapan Kali Lamong mulai mengancam seiring dengan meningkatnya curah hujan. Tidak terkecuali di kawasan Surabaya Barat. Di sana ada beberapa titik yang kerap dilanda banjir dari luapan Kali Lamong. Di antaranya, Benowo, Raci, Sumberejo, Jurang Kuping, dan Tambakdono.
Pemkot Surabaya pun sudah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya, menyiagakan 11 alat berat di sepanjang titik yang rawan banjir.
Alat berat tersebut dipakai untuk meninggikan tanggul sekaligus mengeruk bagian sungai yang dangkal. Tujuannya, debit air yang tertampung bisa lebih banyak sehingga aliran air Kali Lamong tidak mudah meluap.
’’Memang kami sudah mengantisipasi. Sebelum musim hujan, alat berat stand by di sana,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati, Minggu (13/12).
Berbagai upaya sudah dilakukan pemkot untuk mencegah timbulnya luapan air di wilayah yang rawan dilanda banjir Kali Lamong. Salah satunya, meninggikan tanggul sepanjang 6 kilometer.
Selain itu, melakukan betonisasi untuk memperkuat dinding sungai. Proyek tersebut dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Proyek itu dilanjutkan lagi tahun depan dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar.
Erna optimistis pekerjaan tersebut berjalan lancar. Sebab, BBWS Bengawan Solo, kata dia, tinggal melanjutkan pekerjaan konstruksi. Status tanah sudah klir. ’’Kalau tanggul konvensional kan dikhawatirkan tidak kuat menahan luberan air. Nah, nanti diperkuat dengan dinding beton ini,’’ imbuh Erna.
Baca Juga: Coblosan Ulang di TPS 046 Kedurus: DPT 452, Yang Mencoblos Hanya 131
Dia menjelaskan, revitalisasi Kali Lamong memang menjadi perhatian pemerintah pusat. Itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, kawasan Bromo– Tengger–Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis.
Proyek tersebut dikerjakan bertahap sejak 2017 dan sempat terhenti pada 2019. Proyeknya baru dilanjutkan tahun ini dengan panjang 216 meter di wilayah Kelurahan Sumberejo. Dengan demikian, jelas Fery, masih tersisa sekitar 10 kilometer.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=v-aV3m6Cko8

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
