alexametrics

Karena Rumah Warisan Diagunkan, Tiga Anak Tanubrata Gugat Ibu Kandung

13 Agustus 2020, 15:15:42 WIB

JawaPos.com – Tiga saudara kandung, Linda Tanubrata, Sandy Tanubrata, dan Fera Tanubrata, menggugat ibu kandung mereka, Mariani Tanubrata. Salah satu saudara kandung mereka, Welly Tanubrata, juga ikut digugat. Penyebabnya, Mariani dan Welly mengagunkan rumah warisan dan akhirnya dilelang karena tak mampu membayar kredit.

Bukan itu saja. Ketiganya juga menggugat Tee Costasrito di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Tee digugat karena melelang rumah warisan keluarga tersebut di Jalan Kertajaya Indah Timur Nomor 155–157. Pengacara ketiga penggugat Aris Eko Prasetyo menyatakan, gugatan itu diajukan setelah rumah warisan tersebut dilelang karena perkara utang piutang.

Tee mengajukan lelang atas rumah itu di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya setelah Mariani dinyatakan pailit dalam perkara permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Surabaya. Hakim memutus pailit setelah Mariani tidak sanggup membayar utang Rp 47 miliar ke Tee. Mariani sebenarnya hanya penjamin. Yang utang anaknya, Welly. Tee dan Welly terlibat utang piutang saat mereka tinggal bertetangga di Malang.

Ketiga saudara Welly mengugat ibu dan saudara kandung karena tidak terima rumahnya dilelang akibat utang kakaknya. ”Rumah warisan mereka di Kertajaya dijadikan jaminan utang kakaknya, Welly. Anak-anaknya ini tidak tahu. Baru tahu rumahnya dilelang setelah papa mereka meninggal,” ujar Aris (12/8).

Aris mengatakan bahwa ketiga kliennya tidak pernah dilibatkan dan tidak tahu-menahu mengenai perkara utang piutang tersebut. Mereka kaget setelah tiba-tiba rumah itu dilelang. Ketiga anak yakin, ayahnya, mendiang Kuncoro Tanubrata, tidak tahu-menahu mengenai rumahnya yang dijadikan jaminan utang.

”Papanya sakit 20 tahun. Papanya persetujuan tanda tangan saja. Baru meninggal 27 Juli kemarin. Begitu meninggal, ada pengumuman lelang,” kata Aris.

Rumah itu selama ini ditempati mendiang Kuncoro, Mariani, dan Welly. Ketiga anak tersebut sudah tidak tinggal di rumah itu. Hanya saja, alamat di data kependudukan masih tercatat tinggal di rumah tersebut. Meski demikian, mereka tetap berhak terlibat atas warisan rumah itu. ”Sudah melanggar porsi hak waris karena (ketiga penggugat) tidak diberi tahu,” ujarnya.

Di sisi lain, lelang yang diajukan Tee atas rumah itu juga dianggap telah melewati batas waktu insolvensi. Menurut dia, Mariani dinyatakan pailit sejak 26 Maret lalu. Tee punya hak melelang aset dua bulan sejak masa insolvensi. Yakni, sejak Mariani selaku debitur dalam perkara PKPU dinyatakan pailit hingga dua bulan dengan batas waktu 26 Mei. Namun, Tee baru melelang pada Agustus ini. ”Sejak gagal perdamaian di situ insol- vensi dimulai. Hak menjual sud- ah habis 26 Mei,” ucapnya.

Sementara itu, pengacara Tee Costasrito, Tonic Tangkau, menyatakan, berdasar penetapan hakim pengawas dan kurator, masa insolvensi berlaku sejak 26 Juni, bukan 26 Maret. Karena itu, kliennya masih berhak melelang rumah warisan yang menjadi hak tanggungan karena belum lewat batas masa insolvensi. Tonic juga mempertanyakan kapasitas ketiga anak Mariani yang mengajukan gugatan ke pengadilan. Sebab, Mariani dan suaminya, mendiang Kuncoro, sudah menandatangani penyerahan hak tanggungan.

”Saya tidak tahu kalau itu dianggap juga aset anak-anaknya. Seingat saya ketika memberikan hak tanggungan ke kreditur, sudah ditandatangani Mariani dan suaminya,” kata Tonic.

Rumah itu dijaminkan untuk utang anak Mariani, Welly. Menurut dia, saat debitur tidak bisa menyelesaikan kewajibannya untuk membayar utang, aset yang menjadi hak tanggungan bisa digunakan untuk memenuhi kewajiban. ”Mariani memberikan jaminan berupa rumah di Kertajaya untuk menjamin pelunasan utang anaknya,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara Mariani dan Welly, Trisno Hardani hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi sejak kemarin siang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c13/eko



Close Ads