Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Agustus 2021 | 03.06 WIB

Aipda Ini Bantu Seorang Ibu yang Jaminkan STNK untuk Biaya Rumah Sakit

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Cerita pilu seorang ibu bernama Yuana, yang bayinya meninggal dan terpaksa menjaminkan STNK untuk biaya perawatan di sebuah rumah sakit (RS) swasta, akhirnya mendapat uluran tangan. Rabu (11/8), keluarga yang tinggal di Menganti, Kabupaten Gresik, itu kedatangan seorang donatur bernama Purnomo.


Belakangan, Jawa Pos mendapatkan informasi, Purnomo adalah seorang polisi dengan pangkat Aipda yang bertugas di Polres Lamongan. Dalam rekaman video yang beredar, Purnomo datang ke rumah keluarga Yuana. Dia ditemui tiga orang sambil duduk lesehan. Yuana sendiri beserta dua orang muda-mudi, anggota keluarganya. Mereka semua mengenakan masker.


‘’Alhamdulillah, pagi ini kami bersilaturahmi ke Ibu Yuana, yang mana Ibu Yuana ini sempat viral bahwasannya dia ini melahirkan. Namun, kemudian bayi meninggal, dan sempat terjadi masalah saat pemakaman,’’ ujarnya dalam video itu.


Namun, Purnomo mengatakan pihaknya tidak ingin membahas persoalan itu. Dia menyatakan bahwa hidup di Indonesia maka harus memiliki sifat gotong royong. Tidak boleh membedakan suku, ras, dan agama. ‘’Sekali lagi, kita adalah saudara. Kalau kita suka membantu orang lain, maka kita akan dimudahkan urusannya oleh Allah SWT,’’ ucap dia.


Karena itu, dirinya menyerahkan donasi dari para donatur sebesar Rp 7 juta. Uang donasi itu diserahkan khusus untuk modal usaha. Kebetulan anak Yuana juga memiliki usaha online. Sedangkan hutang di RS swasta sebesar Rp 5,3 juta dengan jaminan STNK dan KTP, menunggu dari pihak desa.


‘’Yang mana pihak desa akan membantu dengan memberikan surat keterangan tidak mampu. Dan, nantinya juga akan kita bantu pelunasan di rumah sakit. Kurang lebihnya, saya mohon maaf,’’ tutupnya sambil mengasihkan uang kepada kelurga bersangkutan.


Purnomo ketika dihubungi melalui telepon membenarkan apa yang disampaikan dalam video tersebut. Dia tergerak setelah mendapat informasi itu dari media. Dia mengatakan, bantuan itu memang untuk modal usaha bukan untuk menebus STNK dan KTP. Sebab, pihaknya ingin membantu ekonomi keluarga tersebut.


''Yang untuk RS saya akan tambahi lagi Rp 2 juta. Dan saya juga mendapatkan kabar, pihak desa sudah memberikan surat keterangan tidak mampu agar mendapat keringanan biaya di rumah sakit,'' ujarnya singkat. 

Editor: M Sholahuddin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore