
PERHATIAN KHUSUS: Tri Rismaharini berbincang dengan Imam Sayudi (kanan) yang didampingi putranya kemarin. (Hariyanto Teng/Jawa Pos)
JawaPos.com – Tangis haru anak-anak itu pecah saat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta mereka untuk mencium kaki orang tua masing-masing. Anak-anak anggota geng Kampung Jawara dan All Star itu menangis sesenggukan. Orang tua mereka pun tak bisa berkata-kata. Mereka hanya mengusap air mata yang meleleh.
Risma, tampaknya, tak habis pikir atas perilaku anak-anak yang masih SMP itu. Di ruang pertemuan lantai 2 gedung mal pelayanan publik Siola tersebut, Risma mengumpulkan anak-anak itu siang kemarin (10/10) Lengkap bersama orang tua dan guru mereka. Hadir pula Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho dan Kasatreskrim AKBP Sudamiran serta perwakilan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Saat ditanya alasan mereka ikut geng, anak-anak itu mengaku hanya ikut-ikutan. Mereka diajak cangkrukan dan lantas diprovokasi untuk menyerang kelompok lain. ’’Kalau diajak nyemplung sumur, emang mau kalian?’’ tanya Risma dengan nada tinggi. Anak-anak itu menjawab tidak mau setelah beberapa kali ditanya dengan pertanyaan yang sama.
Risma pernah mengumpulkan anak-anak anggota dua geng tersebut di rumah dinasnya awal September lalu. Saat itu mereka yang terlibat dalam dua geng itu berjanji tidak lagi ikut tawuran atau terlibat geng. Mereka pun diminta saling bermaafan dan tak ada lagi permusuhan antaranak Suroboyo.
’’Ini yang kedua lho. Ini yang kedua kali. Malu ibuk sama Pak Kapolres. Malu ibuk sama bupati/wali kota lain. Kalian anak-anakku,’’ kata Risma di hadapan anak-anak itu.
Dalam pertemuan tersebut, ada anak-anak yang sudah ditangkap polisi. Namun, dihadirkan pula anak-anak sekolah yang diduga ikut terlibat atau terpapar dua geng tersebut.
Risma pun meminta kedua geng diakhiri. Tak ada lagi geng Kampung Jawara dan All Star. Anak-anak itu juga harus berani menolak dan bahkan melapor bila ada yang mengajak terlibat dalam geng tersebut. Sudah ada aplikasi Jogo Suroboyo untuk melapor secara online. Command Center 112 milik Pemkot Surabaya juga siap menerima laporan tersebut.
’’Begitu keluar dari sini, tidak ada lagi itu geng Kampung Jawara dan All Star. Kalian berani menolak kalau diajak?’’ ujar Risma. Anak-anak itu dengan kompak menjawab berani.
Hampir sejam Risma memberikan pengarahan kepada anak-anak tersebut. Dia bertanya kepada beberapa anak. Bila menemukan kejanggalan, dia langsung meminta petugas untuk memperdalam tanya jawab dengan anak tersebut. Selain meminta maaf kepada orang tua masing-masing, anak-anak itu saling bermaafan dengan berjabat tangan dan berpelukan. Mereka tampak senyum-senyum saat melakukan hal tersebut.
Pada pengujung pertemuan, anak-anak diminta menuliskan nama, asal sekolah, alamat, serta keinginan mereka. Selembar kertas putih yang diberikan kepada anak-anak itu tak terisi penuh. Mereka menulis harapan pendek dan sederhana. Misalnya, ingin membahagiakan orang tua di dunia. Ada yang bercita-cita menjadi dokter dan berjanji tak akan mengulangi tawuran. ’’Mulai sekarang, kalian jangan mau dipengaruhi siapa pun untuk tawuran,’’ tegas Risma.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho mengungkapkan, anak-anak itu diminta berani melapor bila ada yang mengajaknya masuk ke dalam kelompok geng tersebut. Salah satu caranya adalah melapor lewat aplikasi Jogo Suroboyo.
’’Kalau ada kumpul-kumpul yang mengganggu, kalau ada yang mengajak tawuran, silakan lapor di aplikasi Jogo Suroboyo,’’ katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
