
Photo
JawaPos.com- Kasus anak stunting di Gresik memang menurun. Namun, sejauh ini presentasenya masih cukup tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain. Yakni, mencapai 10,52 persen atau sekitar 7.412 anak balita. Sejumlah pihak pun tergerak untuk turut menurunkan.
Puskesmas Driyorejo, misalnya. Menyambut Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 Februari mendatang, mereka menginisiasi Yanda dan Bunda Asuh untuk menurunkan angka stunting di wilayah Driyorejo. Kemarin (10/2), Yanda dan Bunda Asuh itu telah melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Setidaknya, ada sebanyak 25 balita di Desa Kesamben Wetan yang mendapatkan PMT. Dalam kegiatan itu, mereka juga melakukan demo membuat makanan balita. Yakni, makanan yang tinggi protein hewani. Tujuannya, pencegahan stunting sejak dini. “Terutama gizi, jika gizi terpenuhi sejak kecil, stunting ini bisa ditangani,” kata dr Sukadi, Kepala Puskesmas Driyorejo.
Mantan kepala Puskesmas Cerme itu menyebut, Yanda dan Bunda ini menjadi garda depan dalam penanganan kasus stunting. Merekalah yang akan melakukan pendampingan hingga anak stunting dinyatakan normal. “Jadi, Yanda dan Bunda memiliki tanggung jawab anak asuhnya sampai normal,” ujarnya.
Menurut Sukadi, di wilayah kerja Puskesmas Driyorejo, setidaknya terdapat 105 balita stunting. Dari jumlah itu, masih ada 80 balita yang belum mendapat pendampingan Yanda dan Bunda. “Karena 25 anak itu masih permulaan, nanti Yanda dan Bunda akan menyasar semua balita stunting,” imbuhnya.
Dia menambahkan, penanganan stunting harus dilakukan secara kongkret dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat. Dengan melaksanakan intervensi balita stunting bersangkutan sampai kondisi normal. Hal itu juga menindaklanjuti instruksi Bupati Fandi Akhmad Yani maupun kepala dinas kesehatan (dinkes).
Setelah penyuluhan dan pendampingan selesai, lanjut dia, diharapkan warga bisa mandiri dan sadar berkemauan untuk penanganan stunting. Sukadi menyebut, penanganan stunting oleh Yanda dan Bunda itu tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Bulan depan, pihaknya akan menambah jumlah Yanda dan Bunda Asuh.
“Saat ini memang baru 25 balita, sedangkan jumlah balita stunting di sini (Driyorejo, Red) ada 105. Nah, nanti Yanda dan Bunda jumlahnya juga akan sebanyak itu,” pungkas Sukadi.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
