Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Februari 2023 | 13.25 WIB

Program Yanda dan Bunda Asuh untuk Menekan Balita Stunting

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Kasus anak stunting di Gresik memang menurun. Namun, sejauh ini presentasenya masih cukup tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain. Yakni, mencapai 10,52 persen atau sekitar 7.412 anak balita. Sejumlah pihak pun tergerak untuk turut menurunkan.

Puskesmas Driyorejo, misalnya. Menyambut Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 Februari mendatang, mereka menginisiasi Yanda dan Bunda Asuh untuk menurunkan angka stunting di wilayah Driyorejo. Kemarin (10/2), Yanda dan Bunda Asuh itu telah melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Setidaknya, ada sebanyak 25 balita di Desa Kesamben Wetan yang mendapatkan PMT. Dalam kegiatan itu, mereka juga melakukan demo membuat makanan balita. Yakni, makanan yang tinggi protein hewani. Tujuannya, pencegahan stunting sejak dini. “Terutama gizi, jika gizi terpenuhi sejak kecil, stunting ini bisa ditangani,” kata dr Sukadi, Kepala Puskesmas Driyorejo.

Mantan kepala Puskesmas Cerme itu menyebut, Yanda dan Bunda ini menjadi garda depan dalam penanganan kasus stunting. Merekalah yang akan melakukan pendampingan hingga anak stunting dinyatakan normal. “Jadi, Yanda dan Bunda memiliki tanggung jawab anak asuhnya sampai normal,” ujarnya.

Menurut Sukadi, di wilayah kerja Puskesmas Driyorejo, setidaknya terdapat 105 balita stunting. Dari jumlah itu, masih ada 80 balita yang belum mendapat pendampingan Yanda dan Bunda. “Karena 25 anak itu masih permulaan, nanti Yanda dan Bunda akan menyasar semua balita stunting,” imbuhnya.

Dia menambahkan, penanganan stunting harus dilakukan secara kongkret dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat. Dengan melaksanakan intervensi balita stunting bersangkutan sampai kondisi normal. Hal itu juga menindaklanjuti instruksi Bupati Fandi Akhmad Yani maupun kepala dinas kesehatan (dinkes).

Setelah penyuluhan dan pendampingan selesai, lanjut dia, diharapkan warga bisa mandiri dan sadar berkemauan untuk penanganan stunting. Sukadi menyebut, penanganan stunting oleh Yanda dan Bunda itu tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Bulan depan, pihaknya akan menambah jumlah Yanda dan Bunda Asuh.

“Saat ini memang baru 25 balita, sedangkan jumlah balita stunting di sini (Driyorejo, Red) ada 105. Nah, nanti Yanda dan Bunda jumlahnya juga akan sebanyak itu,” pungkas Sukadi.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore