
MEMPRIHATINKAN: Petugas Satreskrim Polres Gresik melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan di area Bukit Jamur, Bungah, dengan korban seorang bocah bernama Alif. Dua terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemeriksaan terhadap MSK dan SNI, dua bocah yang menjadi tersangka pembunuhan Akhmad Arinal Hakim alias Aril, terus berlanjut. Senin (9/11) keduanya menjalani rekonstruksi atau reka ulang adegan di Mapolres Gresik. Namun, rekonstruksi dilakukan tertutup.
MSK dan SNI didampingi Unit Pidum Satreskrim Polres Gresik dan pihak kuasa hukum. Setidaknya, ada 23 reka adegan yang dijalani. ’’Mulai dari saat tersangka merencanakan aksinya hingga menceburkan korban ke lubang bekas galian di kawasan Bukit Jamur, Bungah, itu,’’ ungkap Sulthon Suliaman, kuasa hukum tersangka.
Sulthon menjelaskan, kedua kliennya merencanakan aksinya sore, yakni pada Rabu lalu (28/10). ’’Saat itulah mereka mulai mempersiapkan peralatan. Ada tali, balok kayu, termasuk lokasinya sebelum melakukan eksekusi,’’ jelasnya.
Peralatan tersebut, lanjut Sulthon, didapatkan tersangka di sepanjang jalan menuju lokasi kejadian. Selama ini mereka sudah biasa bermain di kawasan Bukit Jamur. Lokasi tersebut juga sering digunakan anak-anak untuk bermain layang-layang. ’’Sehingga banyak sisa tali yang mudah ditemukan,’’ ungkapnya.
Kunci dari peristiwa yang menggemparkan tersebut terlihat pada adegan ke-20 hingga ke-22. Adegan itu menggambarkan aksi sadis tersangka. Yakni, mengikat kedua tangan dan kaki korban. Lalu, memukulnya dengan balok kayu di bagian kepala hingga menceburkan korban ke kubangan bekas galian sedalam 2,5 meter. Dari hasil otopsi, kabarnya saat diceburkan itu, kondisi korban masih hidup.
Menurut Sulthon, dari penjelasan tersangka, keduanya ingin memberikan pelajaran kepada korban. Sebab, korban dinilai sering jahil dan membuat mereka kesal. ’’Tersangka MSK mengatakan bahwa niat awal ingin memberi pelajaran saja. Namun, SNI terbawa suasana hingga ada niat menghabisi nyawa korban,’’ katanya.
Apakah ketika itu korban tidak meminta maaf? ’’Dari penjelasannya sudah meminta ampun. Bahkan, berulang-ulang memanggil nama ibunya memohon pertolongan,’’ ujar Sulthon.
Nah, pada adegan ke-23, digambarkan SNI kembali ke lokasi kejadian esoknya atau Kamis (29/10). SNI ingin memastikan korban sudah meninggal. ’’Dilihat korban dalam kondisi mengapung di bibir kolam. SNI lalu masuk ke kolam, berupaya untuk menenggelamkan korban agar tidak ada warga yang tahu,’’ kata Sulthon.
Dia menegaskan, kedua tersangka sudah mengaku menyesal. Apalagi, setelah kejadian, keduanya kerap kali tidak bisa tidur dengan nyenyak. ’’Tersangka menyebut korban kerap menghantui mereka ketika hendak tidur. Dari cerita, namanya kerap dipanggil korban, bahkan tidak jarang juga menampakkan diri,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga membenarkan bahwa pihaknya telah melaksanakan reka adegan kasus pembunuhan dengan tersangka anak di bawah umur tersebut. ’’Untuk melengkapi BAP (berkas acara pemeriksaan) sebelum dilimpahkan ke pihak kejaksaan. Namun, kami lakukan secara tertutup karena pelaku masih di bawah umur,’’ jelasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
