
Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Para pegawai di lingkungan Pemkab Gresik kembali menerapkan work from home (WFH). Kebijakan itu diambil untuk memutus potensi persebaran Covid-19 di lingkungan pegawai. Sebab, berdasar kabar terbaru, salah seorang pejabat eselon II terkonfirmasi positif virus korona.
Menurut Nadlif, koordinator Tim Gugus Tugas Covid-19 Gresik, tidak hanya menerapkan WFH, pemkab juga akan kembali melaksanakan rapid test masal kepada lebih dari 2.000 pegawai. ”Ruangan pegawai yang terpapar tidak dipakai hingga batas waktu yang belum dipastikan. Para stafnya saat ini menjalani karantina mandiri,” katanya, Kamis (9/7).
Selama ini, pejabat eselon II itu terbilang aktif dalam kegiatan penanganan Covid-19 bersama tim satgas. Sebelumnya, sejumlah pegawai Pemkab Gresik juga terpapar. Di antaranya, dua pegawai dinas kesehatan, seorang pegawai dinas pendidikan, serta pegawai dinas pekerjaan umum dan tata ruang. Ada yang meninggal. Namun, banyak di antara mereka yang sembuh.
Berdasar data gugus tugas, hingga Rabu malam (8/7), jumlah yang terpapar Covid-19 di Gresik sudah mencapai 1.005 orang. Perinciannya, 745 pasien masih menjalani perawatan, 163 orang sembuh, dan 97 orang meninggal dunia.
Sementara itu, kekurangan relawan tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas di rumah sakit darurat Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) akhirnya terpenuhi. Sebanyak 22 nakes bisa mulai bertugas sewaktu-waktu. Tapi, hingga kemarin tempat rehabilitasi dan observasi di Jalan Veteran itu belum difungsikan.
Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, semua peralatan medis sudah siap di lokasi. Mulai bed hingga perlengkapan lain. Begitu juga SDM nakes yang sebelumnya kurang dua orang, kini sudah tercukupi. ”Ini kan lintas OPD (organisasi perangkat daerah, Red). Jadi, menunggu penyelesaian yang lain,” ucapnya.
Rumah sakit darurat di Gejos itu berkapasitas 140 bed dengan jumlah kebutuhan nakes 22 orang. Perinciannya, 16 perawat dan 6 dokter. Mereka nanti bertugas selama satu bulan. Saat ini kesiapan sudah sekitar 90 persen. Ruangan sudah siap ditempati. Bed pun sudah dipasang. Ruangan untuk pasien laki-laki dan perempuan dipisah. Sekat di tribun penonton, rencananya, digunakan untuk berjemur pasien. Pasien juga dibedakan berdasar zona. Di setiap jarak sekitar 10 meter, dipasang tempat cuci tangan portabel.
Ghozali mengatakan, kemarin pihaknya juga melakukan rapat koordinasi persiapan pemanfaatan rumah sakit darurat Gejos. Di antaranya untuk melengkapi kebutuhan seperti kipas angin, TV, mesin cuci, dan fasilitas nonmedis lain. ”Kami belum bisa bilang kapan bisa mulai difungsikan. Yang jelas, untuk tugas dinas kesehatan, sudah siap,” ujarnya.
Sementara itu, sejauh ini Tim Gugus Tugas Covid-19 Gresik belum membahas hal-hal teknis terkait Idul Adha di masa pandemi. Baik untuk pelaksanaan salat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban. ”Belum ada rapat tentang teknis pelaksanaan Idul Adha. Meski begitu, dalam waktu dekat pembahasan itu segera dilakukan,” kata Kabaghumas Pemkab Gresik Reza Pahlevi.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat persiapan Idul Adha dalam waktu dekat. Yang jelas, pelaksanaan ibadah harus tetap menerapkan standar protokol kesehatan. ”Untuk teknisnya, nanti kami rapatkan dulu. Termasuk, protokol pemotongan hewan kurbannya bagaimana dan pelaksanaan salatnya bagaimana,” ucap dia.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=RdXVJOUGoD4
https://www.youtube.com/watch?v=sWI3SvfFOz8
https://www.youtube.com/watch?v=hICI2WdzC8c

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
