
Suasana kerumunan di Lapangan Kodam V Brawijaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Ribuan warga memadati Stadion Brawijaya, Lapangan Brawijaya, dan Gedung Balai Prajurit Surabaya, untuk mendapatkan vaksinasi dosis kedua pada Senin (9/8). Sejak pukul 08.00, warga sudah memadati Jalan Hayam Wuruk hingga area stadion.
Puluhan petugas TNI dan BPB Linmas mengatur agar para peserta tidak berkerumun. Mereka tersebar di ketiga tempat tersebut.
Berdasar surat edaran yang tersebar, vaksinasi masal tahap kedua tersebut dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, di Lapangan Brawijaya, serta Gedung Balai Prajurit. Dalam edaran itu, disebutkan juga jika para peserta tercantum pada data kelurahan yang sudah tercatat vaksin dosis kedua Gelora 10 November (yang didistribusikan RW dan RT masing-masing).
”Bagi peserta diharuskan datang sesuai jam yang ditentukan, membawa undangan dari RT/RW, membawa foto kopi KTP, membawa bukti vaksin tahap pertama, serta membawa formulir screening. Peserta sesuai undangan kecamatan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita.
Linda Ayu, 23, salah satu warga yang mengantre vaksinasi itu, menyesal datang pukul 10.00 WIB. Sebab, antrean sudah mengular.
”Harusnya datang dari jam 07.00. Kalau gini nunggu lama,” ujar Linda.
Warga harus mengantre di depan pagar sebelum bisa masuk. Jumlah warga yang masuk harus dihitung per 10 orang.
Setelah masuk, mereka harus menunggu di luar tenda. Setelah 10 orang dari tenda ruang tunggu masuk ke tenda skrining, baru mereka bisa duduk di tenda yang disediakan.
Sementara itu, Umi Salamah, 55, warga Jalan Tambaksari mengatakan, vaksinasi di Stadion Brawijaya terlihat lebih teratur dibandingkan di Stadion 10 November.
”Saya lebih senang di sini, jauh tapi teratur, gak seperti di Gelora (10 November) kemarin. Sumpek,” kata Umi.
Dalam vaksinasi tahap kedua itu, Umi mengaku tidak merasakan efek apapun usai mendapatkan suntikan dari petugas kesehatan. Namun, dia sempat mengalami tensi tinggi.
”Ini nggak merasakan apa-apa, kalau kemarin (tahap pertama) ngantuk setelahnya, sekarang belum. Tadi sempat tinggi (tekanan darah), tapi sama dokter disuruh istirahat,” ujar Umi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
