
Photo
JawaPos.com - Nama Machfud Arifin tiba-tiba masuk daftar salah satu tokoh yang dipertimbangkan Partai Nasdem untuk diusung sebagai calon wali kota. Selain Machfud, nama Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi juga masuk radar. Padahal, proses penjaringan bakal calon wali kota (bacawali) masih berjalan. Partai beralasan tidak ingin memaksakan kandidat yang elektabilitasnya rendah.
Wakil Ketua DPD Nasdem Surabaya Vinsensius Awey menegaskan, proses penjaringan tetap harus dilaksanakan. Sebanyak 11 bacawali, termasuk dirinya, akan tetap digodok di internal partai. ”Karena proses penjaringan ini sudah memakan tenaga dan biaya yang tidak murah. Tidak boleh disia-siakan,” ujarnya kemarin (8/1).
Menurut dia, tokoh-tokoh yang sudah mendaftar memang cukup potensial. Tetapi, jika dari hasil survei popularitas, elektabilitas, dan akseptabilitasnya rendah, partai sama saja memaksakan diri. Artinya, harus ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil secara rasional untuk menentukan pilihan.
Awey menyebut ada beberapa opsi yang bisa diambil. Salah satunya membuka diri untuk mencari kandidat lain yang lebih potensial. ”Kalau tetap memaksakan kandidat dengan nilai survei yang masih rendah, itu sama saja partai bunuh diri. Janganlah seperti itu, harus dinamis. Tidak boleh kaku-kakuan,” tuturnya.
Mantan anggota DPRD Surabaya itu menilai ada beberapa orang yang dianggap cukup kuat, tapi tidak mendaftar. Dua orang berasal dari nonbirokrat. Dua orang lainnya merupakan pejabat pemerintahan. ”Ada nama Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan, ada Eri Cahyadi, Azrul Ananda, termasuk Machfud Arifin yang nonbirokrat,” paparnya.
Empat nama itu sudah terbukti di beberapa survei memiliki tingkat elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitas yang tinggi. Bahkan, beberapa pekan terakhir nama Machfud menguat di bursa pemilihan wali kota (pilwali).
Bagaimana nasib para bacawali yang telanjur mendaftar? Awey mengatakan, mereka bisa ditempatkan di posisi wakil wali kota. Dengan catatan, tingkat elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitasnya memenuhi kriteria. ”Termasuk kemampuan. Baik kualitas personal maupun finansial,” katanya.
Mantan bos Olympic itu menilai para kandidat yang lain tentu sudah bisa mengukur kualitas dan kemampuan masing-masing. Jangan merasa bisa, tapi harus realistis melihat konstelasi politik yang terjadi hari ini. ”Termasuk saya. Ketika nanti partai menugaskan untuk di posisi L2 (wakil wali kota, Red), saya siap. Kalaupun tidak dipilih, juga harus siap,” ucapnya.
Karena itu, sebagai pengurus partai, Awey menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan Nasdem mencari kandidat lain jika nama-nama yang sudah mendaftar dinilai masih kurang. ”Ini politik, harus realistis. Dinamika yang terjadi itu hal biasa, tidak perlu dibawa-bawa masuk ke hati,” jelasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
