Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2020 | 00.17 WIB

Nasdem Lirik Machfud Arifin-Eri Cahyadi untuk Pilwali Surabaya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Nama Machfud Arifin tiba-tiba masuk daftar salah satu tokoh yang dipertimbangkan Partai Nasdem untuk diusung sebagai calon wali kota. Selain Machfud, nama Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi juga masuk radar. Padahal, proses penjaringan bakal calon wali kota (bacawali) masih berjalan. Partai beralasan tidak ingin memaksakan kandidat yang elektabilitasnya rendah.

Wakil Ketua DPD Nasdem Surabaya Vinsensius Awey menegaskan, proses penjaringan tetap harus dilaksanakan. Sebanyak 11 bacawali, termasuk dirinya, akan tetap digodok di internal partai. ”Karena proses penjaringan ini sudah memakan tenaga dan biaya yang tidak murah. Tidak boleh disia-siakan,” ujarnya kemarin (8/1).

Menurut dia, tokoh-tokoh yang sudah mendaftar memang cukup potensial. Tetapi, jika dari hasil survei popularitas, elektabilitas, dan akseptabilitasnya rendah, partai sama saja memaksakan diri. Artinya, harus ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil secara rasional untuk menentukan pilihan.

Awey menyebut ada beberapa opsi yang bisa diambil. Salah satunya membuka diri untuk mencari kandidat lain yang lebih potensial. ”Kalau tetap memaksakan kandidat dengan nilai survei yang masih rendah, itu sama saja partai bunuh diri. Janganlah seperti itu, harus dinamis. Tidak boleh kaku-kakuan,” tuturnya.

Mantan anggota DPRD Surabaya itu menilai ada beberapa orang yang dianggap cukup kuat, tapi tidak mendaftar. Dua orang berasal dari nonbirokrat. Dua orang lainnya merupakan pejabat pemerintahan. ”Ada nama Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan, ada Eri Cahyadi, Azrul Ananda, termasuk Machfud Arifin yang nonbirokrat,” paparnya.

Empat nama itu sudah terbukti di beberapa survei memiliki tingkat elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitas yang tinggi. Bahkan, beberapa pekan terakhir nama Machfud menguat di bursa pemilihan wali kota (pilwali).

Bagaimana nasib para bacawali yang telanjur mendaftar? Awey mengatakan, mereka bisa ditempatkan di posisi wakil wali kota. Dengan catatan, tingkat elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitasnya memenuhi kriteria. ”Termasuk kemampuan. Baik kualitas personal maupun finansial,” katanya.

Mantan bos Olympic itu menilai para kandidat yang lain tentu sudah bisa mengukur kualitas dan kemampuan masing-masing. Jangan merasa bisa, tapi harus realistis melihat konstelasi politik yang terjadi hari ini. ”Termasuk saya. Ketika nanti partai menugaskan untuk di posisi L2 (wakil wali kota, Red), saya siap. Kalaupun tidak dipilih, juga harus siap,” ucapnya.

Karena itu, sebagai pengurus partai, Awey menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan Nasdem mencari kandidat lain jika nama-nama yang sudah mendaftar dinilai masih kurang. ”Ini politik, harus realistis. Dinamika yang terjadi itu hal biasa, tidak perlu dibawa-bawa masuk ke hati,” jelasnya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore