Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Juli 2021 | 23.16 WIB

Warga Surabaya yang Isoman Butuh Obat, Tapi Sulit Dapat dari Apotek

Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kebutuhan obat terapi Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat meningkat. Namun, banyak yang mengeluh lantaran stok di toko obat terbatas. Dewan meminta pemkot turun tangan untuk memberikan bantuan obat. Khususnya bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Njoto mengatakan menerima banyak keluhan dari warganya yang menjalani isoman. Mereka ingin segera sembuh dari paparan Covid-19. Salah satu caranya dengan mengonsumsi obat terapi Covid-19. ’’Tapi lho susah sekarang cari obat di toko resmi maupun apotek,” ujarnya Rabu (7/7).

Menurut Herlina, pasien tanpa gejala yang sedang menjalani isoman belum tersentuh bantuan. Khususnya bantuan obat-obatan. Yang diperhatikan hanya masalah makanan. Padahal, penderita tanpa gejala juga membutuhkan terapi obat agar segera pulih.

Sebagian besar warga yang menjalani isoman memang tidak menuntut untuk diberi bantuan obat. Masalahnya, mereka mengalami kesulitan ketika hendak mencari sendiri obat di pasaran. Stoknya terbatas. Bahkan, tidak sedikit toko obat maupun apotek yang kehabisan.

Karena itu, pihaknya meminta pemkot turun tangan. Fenomena kelangkaan obat harus segera diatasi. Jangan sampai terjadi panic buying di tengah masyarakat yang mengakibatkan stok obat di pasaran habis. ’’Apalagi penimbunan obat. Jangan sampai ada orang yang memanfaatkan musibah ini sebagai ajang untuk mencari untung,” ucapnya.

Politikus Partai Demokrat itu menambahkan, pihak kecamatan dan kelurahan bisa dikerahkan. Tidak hanya melakukan penyemprotan disinfektan di kampung-kampung. Aparat pemerintah di level bawah juga harus mulai digerakkan untuk mendata warga yang sedang menjalani isoman. ’’Mereka yang belum mendapat obat terapi didata. Pemerintah harus mengupayakannya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Irvan Widyanto mengatakan, memang belum ada kebijakan khusus terkait perawatan warga yang menjalani isoman. Sebab, penanganan yang dilakukan pemerintah lebih berfokus pada orang-orang yang bergejala dan membutuhkan perawatan intensif. ’’Kalau untuk yang isoman, puskesmas sudah melakukan pemantauan setiap hari,” tuturnya.

Baca Juga: Jatim Kembali Zona Merah, Dipicu Melonjaknya Okupansi Rumah Sakit

Meski demikian, pihaknya memastikan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Termasuk soal kelangkaan obat di pasaran. ’’Kami akan mempertimbangkan terkait bantuan obat bagi warga yang menjalani isoman. Soal kelangkaan obat, kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” jelas mantan kepala Satpol PP Kota Surabaya itu.

BEBERAPA OBAT TERAPI COVID-19 YANG SULIT DIDAPATKAN

• Antivirus (sulit)

• Vitamin D (stok terbatas)

• Avigan (sulit)

• Ivermectin (stok terbatas dan mahal)

• Azithromycin (sulit)

Diolah dari berbagai sumber

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore