
BARANG BUKTI: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandy Nugroho menunjukkan parang yang digunakan Hartono saat beraksi. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
JawaPos.com – Petualangan Hartono di dunia kejahatan berakhir. Begal motor sadis itu dikirim ke akhirat oleh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya Jumat dini hari (6/12). Sempat melawan dengan menggunakan senjata tajam, bandit 31 tahun itu roboh setelah dada kirinya tertembus timah panas petugas. ’’Kami sudah mengeluarkan tembakan peringatan,’’ ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandy Nugroho ketika diwawancarai di depan kamar jenazah RSUD dr Soetomo kemarin.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya mengintai gerak-gerik Hartono sejak lama. Kebetulan kemarin petugas memindai lokasi Hartono dan segera mengejarnya.
Petugas berhasil mengepung Hartono di kawasan Lakarsantri sekitar pukul 04.00. Namun, dia memang bukan bandit kemarin sore. Alih-alih menyerah ketika petugas meletuskan tembakan peringatan, dia malah berlari ke arah petugas yang hendak menangkapnya, lalu mengeluarkan sebilah parang yang selalu dibawa Tidak ingin mengambil risiko, petugas langsung menembak. Dor.... Hartono pun terkapar.
Sandi menuturkan, pria 31 tahun itu beraksi sejak Juli. Hartono tercatat sudah 12 kali membegal. Dalam aksinya, dia selalu membawa senjata tajam berupa parang. ’’Dipakai untuk melukai korban yang melawan,’’ katanya.
Hartono, kata dia, kali terakhir beraksi di Kecamatan Sukomanunggal pada Rabu (4/12). Warga Jalan Balongsari Madya tersebut beraksi bersama tersangka lain yang juga tetangganya. Yakni, Noval Rinaldy. ’’Motor Honda Scoopy korban dibawa,’’ jelasnya.
Motor bernopol S 4465 BX putih hijau itu merupakan milik Wiwin Widayati. Perempuan 20 tahun tersebut pada saat kejadian diboncengkan Slamet Efendi, kekasihnya. Slamet yang berusaha mempertahankan motor kemudian berkali-kali dibacok menggunakan parang. ’’Oleh tersangka yang tewas,’’ ucap perwira dengan tiga melati di pundak tersebut. Luka akibat sabetan itu cukup parah. Slamet mengalami patah di tiga tulang jari tangan kiri. Pergelangan kaki kanannya juga putus. ’’Meresahkan sekali komplotan ini,’’ papar Sandi.
Beruntung, pihaknya berhasil mengidentifikasi pelaku tidak lama setelah pembegalan terhadap korban. Mulanya, yang terlacak adalah Noval. Dia merupakan joki motor saat mencari sasaran. Noval ditangkap di rumahnya pukul 01.30 kemarin. ’’Di Balongsari, tempat tinggalnya,’’ jelas peraih Adhi Makayasa Akpol 1995 tersebut. Noval saat itu mendapat tindakan pelumpuhan. Betis kirinya ditembus peluru oleh polisi karena berupaya melarikan diri.
Sandi melanjutkan, Hartono adalah seorang residivis. Sebelumnya, dia ditahan gara-gara kasus narkoba. Hakim menghukumnya tiga tahun penjara. ’’Kok tidak kapok,’’ ungkapnya.
Mantan Kapolrestabes Medan itu mengatakan sudah menginstruksi seluruh jajarannya untuk tidak segan mengambil tindakan tegas kepada penjahat. Terlebih menjelang akhir tahun. Tren kriminalitas biasanya meningkat. Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
Noval sendiri beralasan baru sekali membegal bersama Hartono. Dia mengaku dipaksa. ’’Saya hanya joki. Dia (Hartono) yang punya ide,’’ jelasnya. Bapak satu anak itu menyebut motor hasil begal dijual ke Madura. ’’Hartono yang jual,’’ tambah pemuda yang sehari-hari menjadi sales kartu kredit tersebut. Dia beralasan tidak tahu harga jual motor itu.
Yang pasti, Hartono memberinya bagian Rp 1,2 juta. ’’Uangnya sudah habis,’’ ucap pemuda 21 tahun tersebut. Noval mengatakan, uang itu dipakai untuk membayar utang dan kebutuhan anaknya yang masih berusia dua bulan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
