Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 November 2020 | 23.56 WIB

Pengedar Aneh, Sudah Tahu Uang Palsu Kok Dicoba Setor Lewat ATM

JARINGAN KAKAP: Para tersangka yang membuat dan mengedarkan upal dibekuk petugas Polrestabes Surabaya dan polres lain. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

JARINGAN KAKAP: Para tersangka yang membuat dan mengedarkan upal dibekuk petugas Polrestabes Surabaya dan polres lain. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Komplotan pengedar uang palsu (upal) punya banyak modus untuk meraup untung. Mereka tidak hanya berusaha mengedarkan upal dengan menyetor ke agen resmi bank. Beberapa pelaku juga menjual upal secara langsung.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menuturkan, temuan itu didapat saat pihaknya melakukan penyidikan lanjutan. Salah satu cara yang dipakai para tersangka adalah menawarkan upal kepada masyarakat secara langsung. ”Dijual dengan sistem 1 banding 3,” katanya Jumat (6/11).

Artinya, peminat akan memperoleh upal Rp 3 juta dengan harga Rp 1 juta. Sudamiran menjelaskan bahwa penawaran tersebut hanya diberikan para tersangka kepada orang yang sudah dianggap dekat. ”Sempat ditawarkan kepada beberapa orang. Namun, belum ada yang mau membeli,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, modus lain yang sempat dicoba komplotan pelaku adalah memasukkan upal ke mesin ATM. Mereka memanfaatkan layanan setor tunai. ”Ada beberapa tersangka yang melakukannya dan tidak berhasil,” terangnya.

Sudamiran sudah mengoordinasikan modus terakhir ke saksi ahli yang berasal dari Bank Indonesia (BI). Dalam penjelasannya, ahli menyatakan bahwa upal memang tidak akan bisa masuk ke mesin ATM. ”Mesin bisa mendeteksi uang asli atau palsu,” ujarnya.

Mesin ATM, menurut ahli, memiliki detektor khusus. Fungsinya, mendeteksi komponen dari uang yang disetor. Misalnya, benang pengaman dan hologram. ”Uang palsu secara otomatis bakal dimuntahkan,” kata polisi dengan dua melati di pundak tersebut.

Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Ryzki Wicaksana mengakui, upal yang dibuat tersangka memang mirip uang asli secara kasatmata. Namun, mereka tidak bisa menduplikasi unsur pengaman dari uang asli. ”Jadi, pasti ada perbedaan,” tutur alumnus Akpol 2013 tersebut.


Dia mengambil contoh hologram. Di upal yang dicetak, sekilas memang ada hologramnya. Namun, saat diterawang, warnanya tidak akan berubah. Berbeda dengan uang asli yang bakal terlihat mengilap saat terkena sinar. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DoiZzzmVNIs&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore