
Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Fakta baru terungkap dalam kasus kematian seorang remaja 19 tahun di Surabaya, Thomas Julianus Kristianto. Ia disebut terlibat perselisihan ganti rugi sandal sebelum akhirnya menjadi korban dugaan pengeroyokan.
Teman kecil sekaligus tetangga korban berinisial FAP, warga Manukan Yoso, Kecamatan Tandes, mengatakan dari informasi yang beredar, perseteruan antara korban dan pelaku terjadi karena sandal Crocs yang hilang.
"Yang saya tahu itu gara-gara sandal Crocs. Jadi entah korban menemukan atau meminjam, terus pelaku nggak terima dan tersulut emosi, jadinya terjadi pemukulan begitu," ujar FAP kepada JawaPos.com di lokasi.
Hal ini diperkuat dengan pernyataan kakak kandung korban, Hana Novia Kristiani. Ia menceritakan kasus ini bermula dari Mei 2026 saat sang adik berseteru dengan temannya yang diduga salah satu pelaku.
Perselisihan bermula saat korban memakai sandal Crocs milik terduga pelaku yang berada di rumah temannya. Setelah sandal itu hilang, terduga pelaku meminta korban menggantinya dengan sandal baru.
"Lalu adik saya info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," ujar Hana.
Alih-alih selesai dan damai, pelaku protes karena sandal pengganti tidak sebanding dengan sandal yang hilang. Menurut pelaku, sandal miliknya bernilai sekitar Rp 1,5 juta, sedangkan pengganti hanya Rp 200 - 300 ribu.
Hana mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait motif dugaan pengeroyokan hingga meregang nyawa adiknya. Jika benar gara-gara sandal, ia juga tidak mengetahui berapa harga asli sandal yang dipermasalahkan.
"Apakah betul Rp 1,5 juta bahkan model sandalnya saya tidak tahu. Bagaimana caranya saya percaya bahwa harga sandal tersebut Rp 1,5 juta jika tidak ada bukti dari pembelanjaan," terang perempuan 32 tahun tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
