alexametrics

Pengangguran di Sidoarjo 10,9 Persen, Masih Tertinggi di Jawa Timur

6 Agustus 2021, 15:19:39 WIB

JawaPos.com – Pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Namun, dalam setahun terakhir, angka pengangguran Indonesia dapat dikurangi. Data per Februari 2021, penganggur yang terdampak kondisi ketenagakerjaan seperti dirumahkan, setengah pengangguran, dan pengangguran mencapai 19 juta orang dari sebelumnya 29 juta per Agustus 2020.

Hal itu diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat menyambangi Sidoarjo, Kamis (5/8). Ida menghadiri deklarasi gotong royong bersama Kadin Jatim, Apindo Jatim, dan pimpinan konfederasi SP/SB Jatim di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo. Deklarasi itu menjadi komitmen bersama untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan di masa pandemi Covid-19.

”Yang dibutuhkan adalah saling bergandengan tangan. Tidak bisa sendiri-sendiri. Beban dipikul bersama. Itu kuncinya,” sarannya.

Itu berlaku di mana saja, termasuk di Sidoarjo. Apalagi, sampai saat ini, bukan pengangguran saja yang menjadi permasalahan. Melainkan juga perusahaan yang tutup maupun pindah.

Di Sidoarjo, angka pengangguran mencapai 10,97 persen dari keseluruhan angkatan kerja. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Salah satu pemicunya adalah perusahaan yang hengkang atau pengembangan ke daerah lain. ”Kondisi ini memerlukan solusi bersama agar ketenagakerjaan aman,” kata Wakil Bupati Sidoarjo Subandi.

Subandi menyebut komitmen bersama itu sebagai upaya untuk menyelamatkan kondisi iklim berusaha dan kesehatan di tempat usaha selama pandemi. ”Pemulihan dampak pandemi perlu kebersamaan. Tidak bisa hanya presiden atau bupati, tapi bersama-sama,” ujarnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : uzi/c19/any

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads